26.5 C
Mataram
Minggu, 25 Februari 2024
BerandaBerita UtamaTak Kunjung Dapat Perbaikan, Warga Tirtanadi Tanam Pisang di Jalan Rusak

Tak Kunjung Dapat Perbaikan, Warga Tirtanadi Tanam Pisang di Jalan Rusak

Lombok Timur (Inside Lombok) – Janji hanya tinggal janji yang didapatkan oleh warga Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasalnya hingga saat ini janji Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur (Lotim) untuk memperbaiki jalan di desa setempat tak kunjung terealisasi.

Menyikapi janji yang tak kunjung terealisasi terkait perbaikan jalan yang rusak itu, warga Tirtanadi pun turun melakukan aksi protes dengan cara menanam pisang di ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan.

Ketua Pemuda FUSYE D Geso, Hadit Asrori Zulkarnain mengatakan tindakan yang dilakukan dengan menanam pohon pisang di ruas jalan yang rusak sebab kekecewaan warga terhadap Pemda Lotim, dikarenakan ruas jalan sepanjang 1,6 kilometer tersebut sebelumnya telah ditender pada Februari 2022 lalu.

“Pembenahan jalan ini sudah tertera jelas telah ditender per bulan Februari 2022 lalu. Namun anehnya sampai saat ini belum dilakukan pengerjaan,” ucapnya kepada awak media seusai menggelar aksi, Selasa (04/10).

- Advertisement -

Dengan aksi menanam pohon pisang di jalan yang rusak tersebut, warga berharap Pemda Lotim segera merealisasikan janjinya untuk perbaikan jalan yang sudah dilakukan tender. “Jalan rusak ini berada pada jalan yang nanjak, sehingga tak jarang pengendara terjatuh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Tirtanadi, Ruspan mengaku aksi yang dilakukan warganya di luar sepengetahuannya. Namun ia memaklumi tindakan warganya, lantaran ruas jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan.

“Kita dari Pemdes juga sering melakukan penambalan. Namun tidak pernah bertahan lama,” jelasnya

Ruspan juga mengatakan bahwa dirinya sudah berusaha berkomunikasi dengan Bupati Lombok Timur agar segera mendapatkan bantuan perbaikan jalan, namun ia diminta untuk bersabar lantaran anggaran belum memadai. (den)

- Advertisement -

Berita Populer