Tekan Inflasi, Pemkot Mataram Masih Gencarkan Pasar Rakyat

41
Ilustrasi: Kegiatan pasar rakyat yang dilaksanakan Dinas Perdagangan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. (Foto:Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala.dok)

Mataram (Inside Lombok) – Setelah kenaikan harga BBM ditetapkan pemerintah pusat awal September lalu, sejumlah harga kebutuhan pokok di Kota Mataram ikut terpengaruh. Guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya, Pemkot Mataram pun terus menggelar pasar rakyat di sejumlah titik.

“BI juga sudah menggelar pasar rakyat khusus telur di empat pasar seperti Mandalika, Kebon Roek, Pagesangan, dan Sindu. Sekarang masih dilakukan,” ujar Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Mataram, Syamsul Irawan, Senin (26/9).

Selain telur, pasar rakyat juga menyiapkan kebutuhan pokok yang lain. Kegiatan tersebut digelar di masing-masing kecamatan. Pada akhir September ini, Dinas Perdagangan kembali menggelar kegiatan yang sama di enam lokasi hingga awal Oktober mendatang.

“Tanggal 26 September ini di lapangan Lingkungan Banjar Kecamatan Ampenan. Kalau hari selasa itu di halaman kantor lurah Kekalik,” ujarnya.

Sementara pada hari Rabu di pasar rakyat ada di Lapangan Karang Genteng. Lokasi pasar rakyat pada hari Kamis di RTH Abian Tubuh Baru. Sementara pada hari Sabtu dan Minggu akan digelar di lokasi yang sama yaitu di Lapangan LANUD Rembiga.

“Kita melakukan pasar rakyat ini untuk mengendalikan inflasi di bantu oleh teman-teman BI selaku bagian dari TPID,” katanya. Bahkan Walikota Kota Mataram, H. Mohan Roliskana mendapatkan penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2022 kategori ekonomi. Penghargaan ini diraih salah satunya mampu menekan laju inflasi dengan menggencarkan kegiatan pasar rakyat.

Harga yang diberikan kepada masyarakat pada pasar rakyat yaitu harga distributor. Kegiatan ini juga katanya untuk memutus jalur distribusi sehingga harga bisa lebih murah. “Kita juga tidak mau membuat distributor ini merugi. Kita juga tidak mau masyarakat mendapat harga yang tinggi,” katanya.

Kegiatan pasar rakyat ini lanjut Syamsul, langsung digelar di tengah masyarakat sehingga mudah dijangkau. Untuk memaksimalkan kegiatan pasar rakyat, Dinas Perdagangan berkoordinasi dengan camat dan lurah. “Nantinya di lapangan. Nantinya di masing-masing kecamatan itu satu titik. Kita terus melaksanakan ini,” katanya.

Pasar rakyat yang digelar juga dilakukan jelang peringatan hari-hari besar. Misalnya, maulid nabi, idul fitri, idul adha, nyepi, natal dan tahun baru. Setiap peringatan hari besar kata Syamsul, kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan pokok meningkat dari biasanya.

“Makanya kita harus bantu dia dari sini. Pada saat permintaan naik kita harus kendalikan harga jangan sampai permintaan naik harga juga naik,” pungkasnya. (azm)