Tumbuh 100 Persen Lebih di Saham dan Reksadana, Masyarakat NTB Semakin Melek Investasi

40
Kepala OJK NTB, Rico Rinaldy. (Inside Lombok/Devi)

Mataram (Inside Lombok) – Investasi pasar modal di NTB berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB semakin bergairah sepanjang 2021. Terlihat dari nilai transaksi saham yang tumbuh 61,8 persen (YoY) menjadi 473 miliar, sedangkan nilai kepemilikan saham juga 100,4 persen menjadi 410 miliar hingga Oktober 2021.

Kepala OJK NTB, Rico Rinaldy menerangkan melihat semakin banyak yang menjadikan pasar modal sebagai tempat investasi menunjukan semakin terbukanya literasi keuangan masyarakat NTB. Apalagi pertumbuhannya rata-rata sangat tinggi. Secara persentase investor saham dan reksadana melampaui pertumbuhan nasional.

“Pertumbuhan investor pasar modal yang pesat di NTB menandakan semakin terbukanya literasi keuangan masyarakat NTB pada 2021,” ujar Rico Renaldy, Senin (27/12).

Berdasarkan data OJK NTB, sampai dengan Oktober 2021 jumlah investor saham di NTB tumbuh 141,56 persen (YoY) menjadi 22.422 investor. Investor reksa dana juga tumbuh 176,25 persen (YoY) menjadi 49.637 investor, sedangkan investor Surat Berharga Negara (SBN) tumbuh 33,94 persen menjadi 2.347 investor.

“Semakin banyak investor pasar modal di NTB akan semakin baik, asal investor jeli dalam memilih sekuritas dan emiten. Masyarakat harus berhati-hati dalam berinvestasi, tidak terjebak investasi ilegal,” jelasnya.

Tumbuhnya investor pasar modal tidak lepas dari peran aktif Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB memberikan literasi kepada masyarakat khususnya generasi muda melalui. “BEI kami nilai berperan aktif, melalui kegiatan literasi dan sekolah pasar modal,” ujarnya.

Saat ini tren pasar modal di NTB semakin meningkat meskipun di tengah pandemi covid-19. Apalagi masuknya varian baru omicron tidak mempengaruhi tren orang menanam saham di pasar modal. Bahkan diperkirakan pertumbuhannya kian naik.

Kepala Cabang Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana mengatakan, masih ada harapan terus meningkat untuk pasar modal di NTB, bahkan sangat optimis.

“Betul, orang punya modal sekarang lebih banyak dialihkan ke saham. Karena ini dirasakan bisa jangka panjang juga,” terangnya. (dpi)