WSBK 2022 di Mandalika, Tidak Ada Lagi Shuttle Bus Gratis dari Pemda

79
Komandan Lapangan WSBK, Jamaludin Maladi (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Menjelang pelaksanaan World Superbike Championship (WSBK) November mendatang, Pemprov NTB dan MGPA sudah mulai mematangkan persiapan. Namun untuk seri tahun ini Pemprov NTB tidak lagi menyiapkan shuttle bus gratis bagi penonton event balap internasional tersebut.

Komandan Lapangan WSBK, Jamaludin Maladi mengatakan kebijakan ini berdasarkan koordinasi pihak yang terlibat seperti ITDC, MGPA, Pemprov NTB dan lainnya. Tahun lalu pemerintah daerah menyediakan bus gratis dari lokasi parkir hingga ke sirkuit. Namun dengan pelaksanaan event WSBK yang digelar pada 11-13 November 2022 cukup berbeda, karena bus akan ditangani langsung oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda).

“Nanti bus itu dari lokasi parkir ke gate-gate tribun,” katanya. Diterangkannya, Organda akan menyiapkan bus yang dibutuhkan penonton dan akan menjual jasa pelayanan. Artinya, ada tarif yang akan ditetapkan kepada para penonton.

Hal ini berbeda dengan pengaturan transportasi tahun lalu, di mana bus yang disiapkan pemda melayani penumpang dan bersifat gratis, baik dari Kota Mataram hingga ke sirkuit dan tujuan lainnya.

Selain itu, event internasional WSBK tahun ini langsung ditangani oleh MGPA dan Pemprov NTB tanpa keterlibatan Event Organizer (EO) seperti tahun lalu. “Jadi komunikasi terkait persiapan WSBK tahun ini mudah. Tidak seperti tahun lalu,” katanya.

Selain itu ditambahkan Jamal, sebagai langkah antisipasi kemacetan pada saat event, penonton tidak diperbolehkan menggunakan mobil. Metode ini meniru cara yang diterapkan pada saat MXGP di Pulau Sumbawa Juli lalu.

“Tidak boleh pakai mobil. Kecuali VVIP atau tamu negara bisa menggunakan mobil,” katanya.

Untuk mendekatkan akses penonton, lokasi parkir juga akan diubah. Tidak lagi seperti MotoGP lalu. Namun sudah disiapkan lokasi parkir di dekat sirkuit. “Sudah ada kantong-kantong parkir yang baru. Tidak lagi parkir barat karena itu terlalu jauh dengan sirkuit,” ujarnya.

Ia menerangkan, MGPA sebagai penyelenggara akan fokus terhadap pelaksanaan balap. Sementara Pemprov NTB akan fokus pada kegiatan-kegiatan penunjang event. Selain penyediaan bus bagi penonton juga, side event atau kegiatan lain untuk memeriahkan.

“MGPA itu balapnya saja. Kami kegiatan lain termasuk kegiatan lokal,” katanya. Selama event, NTB akan menampilkan sejumlah kegiatan kesenian lokal. Seperti peresean, bazar, serta kegiatan lain yang menjadi ciri khas suku sasak, samawa, mbojo. (azm)