26.5 C
Mataram
Selasa, 28 Mei 2024
BerandaEkonomiOkupansi Hotel Jelang MotoGP: Hotel Berbintang Hampir Penuh, Hotel Melati Masih Sepi

Okupansi Hotel Jelang MotoGP: Hotel Berbintang Hampir Penuh, Hotel Melati Masih Sepi

Mataram (Inside Lombok) – Tingkat hunian kamar hotel di NTB menjelang perhelatan MotoGP Mandalika 2023 mencapai 90 persen khusus untuk hotel berbintang. Event motor balap internasional tersebut untuk seri tahun ini akan diselenggarakan di Sirkuit Mandalika pada 13-15 Oktober 2023 mendatang.

“Hotel-hotel besar pada penuh, sekitar 90 persen tingkat okupansinya. Hotel melati masih kosong. Rata-rata mereka overbooking (untuk hotel berbintang),” ujar Ketua Kehormatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, I Gusti Lanang Patra kepada Inside Lombok, Selasa (19/9).

Berbagai persiapan dari industri pariwisata juga sudah dilakukan. Nantinya puncak pemesanan kamar hotel oleh para penonton MotoGP terjadi pada akhir bulan ini. Sementara ini yang sudah menerima banyak pesanan kamar di wilayah sekitar Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.

“Di Mandalika sudah banyak yang booking, baru hotel di kota Mataram, terus Senggigi. Itu yang sudah banyak pesanan, karena jarak dari hotel ke Sirkuit tidak terlalu jauh,” terangnya.

- Advertisement -

Kendati demikian, diakui Lanang event MotoGP Mandalika pada tahun ini memang jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Mengingat perhelatan event MotoGP 2023 merupakan gelaran untuk kedua kalinya, pasalnya Sirkuit Mandalika telah dikontrak selama 10 tahun untuk event MotoGP. “Jauh bedanya, yang sekarang sampai hari ini gaungnya belum ada, sosialisasinya juga kurang, coba kita lihat spanduk, baliho di jalan kurang,” ucapnya.

Lebih lanjut, melihat kondisi seperti itu artinya antusias penonton MotoGP tahun ini dibandingkan sebelumnya. Karena penonton ingin melihat, apakah kondisi tahun lalu akan kembali terulang di 2023 ini. Kondisi ini sama dirasakan oleh para travel agen, dimana tidak ada antusias masyarakat untuk menonton event internasional ini.

“Ya, begitulah (tidak banyak penonton, Red) sehingga para broker lagi pusing, kamar belum banyak yang laku,” katanya. Di sisi lain untuk harga kamar hotel sendiri ada kenaikkan, menyesuaikan dengan ketentuan masing-masing hotel. “Kenaikan ya pasti ada, macam-macam. Ada yang 100 persen sampai 300 persen,” tandasnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer