Berkat CCTV, Pelaku Curanmor Ketahuan Polisi

Pelaku curanmor di Puskesmas Masbagik, Hepi (kiri), Antok (tengah), dan keluarga Antok yang diangap memprovokasi penyerangan petugas saat berusaha melakukan penangkapan diamankan di Polres Lotim untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, Senin (01/07/2019) (Inside Lombok/Sat Reskrim Polres Lotim)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Situasi sepi sering kali dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. Seperti yang dilakukan dua orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Hepi (35) dan Antok (28), di parkiran belakang Puskesmas Masbagik, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur (Lotim).

Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, AKP I Made Yogi Purusa Utama, menerangkan bahwa kejadian berawal ketika pelaku Hepi kebetulan datang ke Puskesmas Masbagik pada Senin (01/07/2019) kemarin. Melihat situasi parkiran yang sepi, Hepi malah menelepon pelaku Antok untuk membawakan kunci T.

“Tidak lama kemudian pelaku Hepi menerima kunci T dan langsung melakukan aksinya. Setelah sepeda motor korban berhasil dibawa kabur, sepeda motor tersebut disembunyikan di dekat rumah pelaku Hepi,” ujar Yogi kepada Inside Lombok, Senin (01/07/2019).

Motor hasil curian dan kunci T kemudian diserahkan kembali kepada Antok dengan menerima bayaran sebesar Rp1 juta. Sialnya, aksi Hepi tersebut terekam jelas dalam CCTV Puskesmas Masbagik sehingga petugas kepolisian yang menerima laporan korban segera bisa mengindentifikasi pelaku.

Tepat setelah memiliki bukti berupa rekaman CCTV, Tim Resmob Polres Lotim dan anggota Polsek Masbagik bergerak ke rumah Hepi di Dasan Kesaot, Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik dan mengamankan pelaku tanpa perlawanan.

Selanjutnya tim bergerak ke rumah Antok di Dasan Pengoros, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lotim untuk melakukan penangkapan. Pihak keluarga yang melihat Antok akan diamankan kemudian membela pelaku dan menyerang petugas menggunakan batu dan bata sampai beberapa anggota tim terkena lemparan.

Melihat situasi yang tidak kondusif tim kepolisian memutuskan untuk mundur. Namun pihak keluarga malah mengejar petugas sampai ke jalan raya sehingga diambil keputusan untuk menahan seorang provokator yang dianggap menyerang petugas dengan agresif.

Saat ini Hepi dan Antok beserta barang bukti telah diamankan di Polres Lotim untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Anggota keluarga Antok yang menyerang petugas juga ikut diamankan terkait dugaan melawan petugas yang sedang menjalankan tugas. Sat Reskrim Polres Lotim sendiri masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut.