Diduga Mencuri di 10 Tempat, Maling di Loteng Ditembak Polisi

Dua terduga pelaku pencurian saat diamankan oleh Satu Reskrim Polres Lombok Tengah, di Praya, Jumat (22/05/2020). (Inside Lombok/Sat Reskrim Polres Loteng)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Polres Lombok Tengah membekuk dua orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Kamis (21/5/2020) sekitar pukul 18.00 WITA. Mereka diduga melakukan aksi pencurian di 10 tempat.

Kedua pelaku yang diamankan tersebut merupakan residivis curanmor. Keduanya yakni Yek Usman alias Yek (27) dan Raman (20). Mereka bekerja sebagai nelayan. Mereka berasal dari Dusun Awang Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.

“Sudah sering sekali (curanmor). Sampai lupa saking banyaknya. Tapi BB yang kami amankan 10 motor,” kata Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Priyo Suhartono kepada Inside Lombok, Jumat (22/05/2020).

Dijelaskan, kedua tersangka ini ditangkap berdasarkan laporan polisi atas kasus curanmor yang terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Tengah. Sesuai laporan polisi, pelaku melakukan curanmor di 10 tempat. Namun, dari pengakuan pelaku melakukan aksi curanmor di 11 tempat.

“Pelaku menggunakan kunci T dan menjebol kontak saat menjalankan aksi”, katanya.

Pihaknya akan mengecek apakah ada turis asing yang menjadi korban curanmor yang dilakukan oleh kedua pelaku.

“Sedang kita cek. Tapi dari BB yang kita amankan belum ada”, imbuhnya.

Adapun kronologi penangkapan, keduanya ditangkap saat akan menjalankan aksinya di wilayah dusun Bejelo, Desa Bonjeruk kecamatan Jonggat. Kedua pelaku tidak mengetahui kalau aksinya sudah diketahui oleh Tim Resmob Polres Lombok Tengah. Kedua pelaku dihadang petugas saat melintas di pertigaan Bonjeruk.

Atas hal ini, pelaku kemudian menabrakkan sepeda motor yang dikendarainya di mobil yang dikendarai oleh tim Resmob. Selanjutnya pelaku melarikan diri ke pemukiman warga. Sehingga terjadi aksi kejar-kejaran antara pelaku dan Tim Resmob.

Saat melarikan diri, Tim Resmob sempat beberapa kali memberikan tembakan peringatan agar pelaku tidak melarikan diri namun tidak diindahkan. Sehingga kemudian Tim melakukan tegas dengan mengarahkan timah panas ke betis pelaku. Sehingga bisa dilakukan penangkapan.

Kedua pelaku selanjutnya dibawa ke Puskesmas Bonjeruk untuk diberikan tindakan medis. Setelah itu mereka dibawa ke Satreskrim Loteng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.