Penularan COVID-19 Terjadi Bersamaan Dengan Pergerakan Manusia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (Inside Lombok/Antaranews)

Jakarta (Inside Lombok) – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan penularan COVID-19 di Tanah Air terjadi bersamaan dengan pergerakan manusia dan aktivitas sosialnya.

Sehingga sebaiknya hindari bepergian jika tidak diperlukan sama sekali.

Ia juga mengatakan konsep pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ialah dalam rangka mengatur mobilitas sosial dimana pergerakan manusia merupakan faktor utama dalam membawa COVID-19.

Di satu sisi, pemerintah memaklumi adanya tradisi menjelang Idul Fitri, termasuk tradisi untuk dapat bersilaturahim dengan saudara, kerabat dan warga sekitar.

Namun dalam situasi sekarang semestinya dapat dilakukan dengan menyiasati untuk tetap aman dari kemungkinan tertular COVID-19.

Ia menegaskan tidak ada larangan membeli baju baru ataupun larangan pergi ke pasar, tapi tetap dengan etika menggunakan dan menaati segala protokol kesehatan mulai dari menjaga jarak, menggunakan masker serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Sebab, itulah cara paling bijak dalam menyikapi hal tersebut.

“Oleh karena itu, bekerja sama jadi suatu hal yang mutlak dan tidak mungkin kita hindarkan. Jika tidak dihadapi bersama, tentu akan semakin menyulitkan,” ujarnya.(Ant)