Enam Pemuda Mabuk Berbocengan dengan Satu Motor Diamankan Polsek Senggigi

Enam pemuda yang sedang mabuk dan bonceng enam dengan satu motor. Sabtu (18/07/2021). (Inside Lombok/Humas Polres Lobar)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Tim Puma Polres Lobar mendapati enam remaja mabuk dan berboncengan dengan satu motor saat kegiatan patroli Sabtu, 17 Juli 2021 malam lalu.

Kasat Samapta Polres Lobar Polda NTB, AKP Bambang Indra mengatakan, pihaknya memberhentikan ke enam pemuda mabuk yang berboncengan dengan satu motor tersebut.

“Mereka ini kan sudah menyalahi aturan, berboncengan enam orang dengan satu motor, itu sangat membahayakan. Belum lagi mereka menyalahi Prokes dan mereka semua dalam pengaruh minuman keras,” beber dia.

Guna memberi efek jera, keenam pemuda itu pun langsung diamankan beserta sepeda motor yang mereka gunakan. Untuk kemudian diberikan pebinaan dan tim Polsek Senggigi pun akan melakukan pemanggilan kepada orang tua mereka.

Dalam patroli di malam yang sama, Tim Puma juga menemukan sekelompok pemuda yang menggunakan kendaraan roda tingga dengan kecepatan tinggi. Namun karena gelagat mereka mencurigakan, mereka pun diberhentikan untuk diperiksa.

“Saat memeriksa kendaraan yang mereka tumpangi, tim menemukan delapan gelas yang menyisakan aroma menyengat bekas minuman keras,” imbuh dia.

Di atas kendaraan itu juga Tim Puma menemukan beberapa botol yang masih berisi minum keras (Miras) tradisional jenis brem.

Bambang menyebut, bahwa perbuatan mereka itu sangat membahayakan diri mereka mau pun pengguna jalan yang lain. Karena seharusnya kendaraan roda tiga itu digunakan untuk mengangkut barang arau pun sampah bukan orang. Terlebih mereka mengendarainya ketika sedang di bawah pengaruh minum keras.

Sehingga sekelompok pemuda itu pun langsung diamankan beserta kendaraan roda tiga yang digunakan.

“Mereka kita amankan, karena mereka menggunakan kendaraan yang seharusnya dipergunakan untuk mengangkut sampah di salah satu desa. Oleh karena itu, akan kita serahkan kembali ke pihak desa” tandas Bambang.

Dikatakan juga bahwa patroli ini memang digencarkan di jam-jam rawan, untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas masyarakat. Pasalnya, terdapat SE dari Gubernur NTB dan Bupati Lobar terkait pembatasan jam malam.