Pembunuhan Putu Winda Diduga Terencana, Polres Lobar Lakukan Rekonstruksi

Mataram (Inside Lombok) – Polres Lobar menggelar rekonstruksi adegan kasus pembunuhan Putu Winda Dewi Kartika (19), Senin (10/06/2019). Dengan 40 reka adegan yang dilakukan, pihak kepolisian sendiri mendapatkan beberapa keterangan baru dari tersangka Ida Bagus Wira Atmaja alias Kobar (35).

Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Priyo Suhartono, yang memimpin proses rekronstruksi tersebut menerangkan bahwa rekonstruksi sebelumnya pernah juga dilakukan dengan 19 adegan, yaitu ketika Kobar mengaku membunuh Winda karena tersinggung dirinya yang sedang mencari belut terciprat air dari motor Winda.

Sedangkan untuk rekonstruksi versi ke-dua dengan 40 adengan ini, Kobar mengaku kepada pihak kepolisian bahwa ada seseorang yang menyuruhnya untuk membunuh Winda. Tidak hanya itu, Kobar juga mengaku dirinya dibantu seseorang saat melakukan pembunuhan tersebut.

“Menurut keterangan dari tersangka, ini dia ada yang nyuruh dan pada saat melakukan pembunuhan ada yang membantu,” ujar Priyo kepada awak media di sela-sela proses rekonstruksi.

Walaupun begitu Priyo menerangkan bahwa tim penyidik belum berani menetapkan tersangka dari keterangan yang diberikan Kobar tersebut. Mengingat keterangan korban masih berupa indikasi yang belum memiliki bukti yang cukup.

“Alat buktinya kita masih minim, hanya berdasarkan keterangan dari tersangka,” ujar Priyo menambahkan.

Kobar menjelaskan kepada pemeran pengganti dari tim kepolisian bagaimana posisi dirinya ketika melakukan pembunuhan Putu Winda. (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Kobar sendiri telah menyebutkan nama orang yang menyuruh dan yang membantunya tersebut. Namun diakui Priyo bahwa status kedua orang yang disebutkan Kobar tersebut masih sebagai saksi.

Ketika dimintai keterangan apakah kedua orang yang disebutkan oleh Kobar merupakan kenalan dari Winda, Priyo mengiyakan hal tersebut. Walaupun begitu, Priyo menerangkan bahwa dirinya belum mengetahui dengan pasti kedekatan seperti apa yang dijalin antara dua orang yang disebutkan Kobar dengan Winda.

“Jelas (kedua orang itu) kenal sama korban. Kalau kedekatannya saya kurang tau, yang jelas kenal dengan korban,” ujar Priyo.

Satreskrim Polres Lobar sendiri tengah melakukan pengembangan atas informasi yang diberikan tersangka tersebut. Salah satunya adalah dengan mencoba mencari barang bukti percakapan Kobar dengan kedua orang yang disebutnya melalui pesan singkat.

Sebelumnya Kobar diketahui membunuh Winda, seorang mahasiswa asal Kabupaten Lombok Utara (KLU) di kamar kos korban. Kobar mencekik korban dengan tali sepatu kemudian membuang mayat korban yang belakangan ditemukan terbungkus dengan karung di Pantai Induk, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lobar, Jumat (24/01/2019) lalu.