25.5 C
Mataram
Jumat, 1 Maret 2024
BerandaLingkunganAtasi Kotoran Kuda, Pemkot Mataram akan Ubah Jadi Biogas

Atasi Kotoran Kuda, Pemkot Mataram akan Ubah Jadi Biogas

Mataram (Inside Lombok) – Angkutan yang menggunakan kuda seperti cidomo masih banyak ditemui di Kota Mataram. Kotoran kuda yang kadang tercecer pun menjadi masalah. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram merencanakan mengubah kotoran kuda menjadi bahan bakar jenis biogas untuk mengatasi hal itu.

Program ini pun sudah disosialisasikan Dinas Perhubungan Kota Mataram ke semua kusir cidomo yang beroperasi di Kota Mataram. Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang mengatakan dari sosialisasi yang sudah dilakukan para kusir cidomo mengeluhkan tidak ada tempat penampungan kotoran kuda mereka.

Agar program itu bisa terealisasi, Pemkot Mataram akan membantu untuk menyiapkan tempat penampungan. Untuk itu, Dinas Perhubungan Kota Mataram diminta berkoordinasi dengan instansi terkait menyiapkan tempat penampungan. Karena biogas juga sudah direalisasikan di Kecamatan Selaparang. “Dishub berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Ini yang berkaitan dengan pemerintah dan juga organisasi kemasyarakatan yang peduli tentang itu semua,” ujar Martawang.

Tempat penampungan kotoran kuda ini akan dikhususkan yang ada di luar kandang. Karena selama ini yang banyak dikeluhkan masyarakat masih banyak kotoran yang tercecer di jalan. “Kalau yang kandang kumpul otomatis akan dikumpulkan disitu. Yang menjadi pertanyaan kita hasil tampungan itu. Jangan kemudian dibuang sembarangan,” tegas Martawang.

- Advertisement -

Pengumpulan kotoran kuda ini untuk mensuplai kebutuhan biogas yang ada di RTH Pagutan. Di mana, RTH milik Pemkot Mataram tersebut juga dijadikan sebagai tempat kemah. “Skenario besarnya adalah untuk mensuplai kebutuhan biogas di bumi perkemahan RTH Pagutan,” ucapnya.

Pemanfaatan kotoran kuda sebagai biogas untuk menyelesaikan persoalan lingkungan yang terjadi saat ini. Kedepan, pemanfaatan kotoran kuda tidak saja dilakukan di selaparang melainkan di lokasi-lokasi lainnya juga. “Itu nanti menjadi solusi penyelesaian persoalan lingkungan ini,” jelas Martawang. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer