27.5 C
Mataram
Sabtu, 20 April 2024
BerandaLombok BaratSeleksi PPPK Lobar, 21 Peserta Tidak Ikut Tes dan Satu Izin Melahirkan

Seleksi PPPK Lobar, 21 Peserta Tidak Ikut Tes dan Satu Izin Melahirkan

Lombok Barat (Inside Lombok) – Sebanyak 21 peserta tidak hadir tanpa keterangan dan satu izin melahirkan dalam seleksi kompetensi penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Lombok Barat, yang telah berlangsung sejak 16-20 November kemarin.

“Ada yang tidak bisa hadir karena melahirkan, ada yang tidak hadir sama sekali ada juga yang salah melihat jadwal tesnya,” ungkap Kepala BKDPSDM Lobar, Jamaludin saat dikonfirmasi ruang kerjanya, Selasa (21/11/2023).

Dia menjelaskan, bahwa peserta yang melahirkan itu mengambil formasi khusus ahli pertama tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, di Puskesmas Eyat Mayang. Sejatinya, yang bersangkutan dijadwalkan tes pada tanggal 17 November lalu, yang bertepatan dengan hari melahirkannya. Sehingga pihak BKD sudah mengirimkan surat kepada Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) untuk mengusulkan penjadwalan ulang bagi yang bersangkutan.

“Sudah kita komunikasikan melalui surat Panselda untuk penjadwalan ulang tes. Alhamdulillah yang melahirkan kemarin itu diberikan jadwal tes tanggal 29 November,” tuturnya.

- Advertisement -

Nantinya yang bersangkutan akan mengikuti tes bersamaan dengan jadwal tes formasi dari Lombok Timur. Yang akan dilaksanakan di Asrama Haji Provinsi NTB di Mataram.

Namun bagi peserta yang tidak hadir tes tanpa keterangan maupun yang terlambat dan salah melihat jadwal pelaksanaan tes, Jamaludin memastikan bahwa mereka dinyatakan gugur. Hal itu pun sebelumnya sudah dipertegas pihaknya melalui pengumuman jadwal pelaksanaan tes kompetensi yang disampaikan sepekan sebelum pelaksanaan tes. “Sudah dipastikan gugur langsung,” tegas Jamal.

Kendati demikian, seluruh tahapan pelaksanaan tes kompetensi selama lima hari itu diakuinya berjalan lancar. Kolaborasi tim Panselnas BKN dengan pihaknya BKD menjadi kunci sukses terselenggaranya tahapan seleksi kompetensi tersebut.

“Kita berbagi peran dengan tim panselnas dari BKN, kita memfasilitasi proses ujian mulai dari tahap registrasi, body checking, pemberian PIN peserta hingga peserta masuk ruang ujian. Selanjutnya domain atau ranah dari tim Panselnas selama berada di ruang ujian,” bebernya.

Selain itu, Jamal juga menegaskan bahwa selama pelaksanaan tes, tak ada ditemukan dugaan penggunaan “joki” oleh peserta. “Tidak ada sama sekali, karena sistem screening yang ketat dari tim,” tutupnya singkat.

Di mana dari 3.441 peserta seleksi PPPK untuk Lombok Barat, sebanyak 12 orang peserta mengikuti seleksi dari luar daerah. Seperti di BKN Surabaya, Tilok Kediri, BKN Yogyakarta, Denpasar, Jakarta, Pontianak, Pekanbaru dan Sulawesi Selatan. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer