28.5 C
Mataram
Selasa, 27 Februari 2024
BerandaLombok BaratSisa BTT Lobar Tinggal Rp2 Miliar, BPBD Gandeng Pihak Ketiga untuk Bantuan...

Sisa BTT Lobar Tinggal Rp2 Miliar, BPBD Gandeng Pihak Ketiga untuk Bantuan Korban Puting Beliung

Lombok Barat (Inside Lombok) – BPBD Lobar akui sisa jatah Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan bencana tahun 2023 ini tinggal Rp2 miliar. Sehingga untuk membantu perbaikan rumah korban puting beliung di tiga kecamatan, akan menggunakan skema kerja sama dengan pihak ketiga.

“Yang tahun ini kan (BTT) itu Rp7 miliar, masih tersisa kurang lebih Rp2 miliar,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lobar, Syahrudin saat ditemui di lokasi puting beliung di Aiq Genit, Kamis (23/11/2023).

Diakui, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak ketiga untuk pengadaan bahan bangunan untuk bantuan para korban bencana angin puting beliung di tiga kecamatan di Lobar. Yakni, Kecamatan Lingsar dan Narmada yang terjadi pada (09/11) lalu dan Kecamatan Batulayar yang terjadi pada (21/11) kemarin.

“Persoalan masalah bayar nanti kita pikirkan, yang penting harus kita tangani dulu ini,” tegasnya. Karena sisa BTT yang sekitar Rp2 miliar, tidak serta merta bisa langsung cair dan digunakan. “Bukan berarti ada uang Rp2 miliar kita ambil kemudian kita pakai belanja, tidak. Jadi kan berproses dia,” imbuhnya.

- Advertisement -

Diterangkan, data kerusakan akibat puting beliung yang menerjang beberapa kawasan di wilayah Kecamatan Batulayar terus bertambah, dan yang terparah terjadi di Dusun Aiq Genit, angkanya berjumlah 52 rumah rusak dengan 16 rumah rusak berat. Kemudian di Dusun Teloke, jumlahnya sekitar 16 rumah rusak. Sehingga total rumah rusak akibat puting beliung di Kecamatan tersebut mencapai 68 rumah rusak baik berat maupun sedang.

Sementara ini pihaknya telah mendroping sekitar 80 lembar spandek untuk korban puting beliung di Aiq Genit, bagi yang rumahnya rusak berat terlebih dahulu. “Untuk spandek, hari ini kami dropping sekitar 80 biji sebagai bantuan awal,” bebernya.

Syahrudin menilai bahwa kepala desa yang wilayahnya terdampak puting beliung tersebut terkesan kurang aktif untuk terus memberi perkembangan terkait berbagai kebutuhan bantuan untuk warganya yang menjadi korban. Termasuk bagaimana bantuan tersebut bisa segera diterima.

“Teman-teman ini kan aktifnya yang kurang, teman-teman camat dan kepala desa ini. Lingsar tadi kepala desanya saya telpon untuk ke sini (Senteluk), untuk lapor bantuan yang dibutuhkan kepada Ibu Bupati,” bebernya. Sedangkan untuk 2024 mendatang, Syahrudin mengakui bahwa BTT untuk BPBD diasumsikan sekitar Rp10 miliar. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer