31.5 C
Mataram
Jumat, 14 Juni 2024
BerandaLombok TengahDampak Perbaikan Bendungan Surabaya, Ribuan Hektare Tanaman Padi di Loteng Terancam Gagal...

Dampak Perbaikan Bendungan Surabaya, Ribuan Hektare Tanaman Padi di Loteng Terancam Gagal Panen

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Perbaikan Bendungan Surabaya di Kelurahan Tiwugalih, Praya menghambat distribusi air ke sawah-sawah petani. Ribuan hektare tanaman padi milik petani di Desa Tanak Awu dan Desa Penujak pun terancam gagal panen.

Kepala Desa Tanak Awu, Lalu Wisnu mengatakan perbaikan Bendungan Surabaya membuat pasokan air ke lahan-lahan petani berkurang drastis. Setidaknya di Tanak Awu ada 7 ribu hektare lahan pertanian yang terancam gagal panen akibat perbaikan bendungan tersebut.

“Banyak tanaman padi yang terancam gagal panen. Bahkan ada juga petani yang paksa padinya panen duluan,” katanya, Selasa (6/6/2023) di kantornya. Selain itu, kurangnya saluran irigasi di wilayah tersebut membuat petani kesusahan untuk mengairi sawahnya

“Petani di sini hanya harapkan air hujan saja untuk bertani karena kurangnya saluran irigasi,” jelasnya. Wisnu berharap pemerintah agar lebih memperhatikan wilayah Desa Tanak Awu, karena sekitar 80 persen warganya berprofesi sebagaimana petani.

- Advertisement -

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Penujak, Suharto mengatakan sekitar 300 hektare lahan pertanian di desa tersebut juga terancam gagal panen. Hal itu diduga karena penyaluran kebutuhan air untuk lahan pertanian terlambat.

“Seharusnya kan sebelum keluar padi itu sudah dialiri air, tapi ini kan telat sekali. Makanya padi petani kurang bagus, bahkan terancam gagal panen,” katanya.

Sementara itu, Mahsun, petani asal Desa Tanak Awu mengaku hasil panen pada musim tanam kedua ini turun. Di mana pada musim panen pertama dengan lahan 12 are bisa mendapatkan lebih dari satu ton, sekarang hanya mendapatkan sekitar 700 kuintal saja.

“Sekarang ini kita panen duluan dan hanya dapat 75 kilogram per are,” katanya. Dikatakan, untuk mengairi lahan pertanian miliknya, Mahsun menggunakan air sumur. Karena air dari Bendungan Surabaya tidak pernah bisa mengairi sawahnya. “Kita gunakan air sumur saja untuk mengairi sawah ini,” pungkasnya. (fhr)

- Advertisement -

Berita Populer