31.5 C
Mataram
Senin, 4 Maret 2024
BerandaLombok TimurPuluhan Tukang di Lotim Ikut Uji Sertifikasi Pertukangan Bangunan Umum

Puluhan Tukang di Lotim Ikut Uji Sertifikasi Pertukangan Bangunan Umum

Lombok Timur (Inside Lombok) – Puluhan tukang di Lombok Timur (Lotim) mengikuti pembekalan dan uji kompetensi tukang bangunan umum. Sertifikasi ini dinilai penting, sebagai jaminan keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja para tukang di Lotim agar bisa lebih berkembang.

Penjabat Bupati Lotim, M. Juaini Taofik mengatakan pengetahuan terus mengalami perkembangan terlebih pada era saat ini, sehingga sangat diperlukan semua profesi untuk terus melakukan penyesuaian diri serta memperbaharui pengetahuannya.

“Era semakin maju pengetahuan juga harus diperbaharui seiring kebutuhan dan tuntutan dari pengguna jasa,” ucapnya, Rabu (22/11/2023). Dari aspek keterampilan, Taofik meyakini bahwa peserta yang terdiri dari para tukang memiliki keterampilan masing-masing.

Tentunya keterampilan itu tak bisa hanya diungkapkan melalui kata-kata, melainkan juga dibuktikan dalam bentuk dokumen seperti sertifikat. “Tidak cukup membuktikan diri dengan kata-kata, melainkan dengan sertifikat dapat membuktikan diri sebab sertifikat penilaian diberikan langsung oleh negara,” tegasnya.

- Advertisement -

Profesi tukang disebutkannya tak kalah penting dengan yang lainnya, sebab mereka adalah salah satu garda terdepan dalam pembangunan seperti infrastruktur. Sehingga butuh sertifikat keterampilan dalam pembuktian diri dan juga menyesuaikan diri dengan zaman.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Konstruksi Dinas PUPR NTB, Kusmalahadi Syamsuri mengatakan bahwa seluruh pekerjaan jasa konstruksi wajib memiliki sertifikat, sebab itu sangat penting keberadaannya dalam persaingan pada dunia konstruksi. “Sertifikat ini dapat menjadi nilai tambang para tukang dalam bersaing di dunia konstruksi,” tuturnya.

Saat ini dari 186 ribu lebih pekerja konstruksi, dikatakan Syansuri hanya sekitar lima persen yang sudah mengantongi sertifikat. Sehingga ia meminta kepada 30 tukang peserta untuk dapat mengikuti kegiatan dengan baik hingga selesai. “Semoga ke depan pemerintah dapat memfasilitasi lebih banyak pekerja konstruksi untuk sertifikasi di daerah ini,” pungkasnya. (den)

- Advertisement -

Berita Populer