Lombok Utara (Inside Lombok) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggencarkan layanan jemput bola untuk meningkatkan capaian administrasi kependudukan dengan menyasar pemilih pemula di sekolah dan desa. Upaya ini dilakukan meski capaian adminduk secara umum telah melampaui target nasional.
Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dukcapil KLU, Arif Aryadi, mengatakan pihaknya telah melaksanakan pelayanan langsung di tiga desa. “Kami sudah melaksanakan jemput bola di Desa Sokong, Desa Senaru, dan Desa Malaka. Ini upaya kami untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data Dukcapil KLU, capaian akta kelahiran mencapai 98 persen, Kartu Identitas Anak (KIA) 96 persen, dan KTP-el 98 persen. “Untuk KIA dan akta kelahiran, kita sudah melewati target nasional. Selama ini, Dukcapil Lombok Utara memang konsisten berada di posisi atas target nasional, yakni di kisaran 99 persen,” jelasnya.
Meski demikian, perekaman KTP-el bagi pemula masih menghadapi kendala kehadiran warga saat layanan jemput bola dilakukan. “Masalahnya ada pada mobilitas target perekaman baru ini, yakni anak-anak SMA. Saat kami ke desa, mereka di sekolah. Saat kami datangi sekolah, kadang mereka juga tidak ada. Kami terus mengimbau mereka, baik melalui pihak sekolah maupun desa, agar bersedia melakukan perekaman di kantor jika tertinggal saat jadwal jemput bola,” ungkapnya.
Untuk kelompok rentan, Dukcapil KLU menjalankan program APDOL (Adminduk untuk Disabilitas, ODGJ, dan Lansia) dengan mendatangi langsung warga yang memiliki keterbatasan. “Syaratnya cukup ada pemberitahuan dari rekan-rekan yang berafiliasi dengan Dinas Sosial. Begitu ada laporan, tim kami akan segera turun ke lokasi,” katanya.
Pada 2026, Dukcapil KLU juga menambah titik pelayanan di Kecamatan Pemenang untuk memudahkan akses masyarakat melakukan perekaman KTP. “Proses ini masih terus kita kejar. Capaian finalnya baru akan terlihat secara komprehensif pada akhir tahun nanti,” pungkasnya.

