Mataram (Inside Lombok) – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan kuota 2.000 orang lulusan SMK untuk program pemagangan ke Jepang pada 2026, dari total 45.000 kuota yang disiapkan untuk Indonesia. Program ini menargetkan pengiriman lulusan SMK dengan gaji atau uang saku mulai Rp17 juta hingga Rp25 juta per bulan, tergantung kemampuan bahasa Jepang peserta.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Aidy Furqan, mengatakan kuota tersebut akan dimanfaatkan dengan menyiapkan lulusan SMK tahun 2026. “Bahwa NTB itu akan mendapat jatah dari Kemendes itu 2.000 tenaga yang disiapkan untuk mengikuti pendidikan dan sekaligus bisa magang ke Jepang,” katanya.
Menurut Aidy, besaran gaji yang diterima peserta cukup tinggi, khususnya bagi mereka yang memiliki kemampuan bahasa Jepang tingkat menengah atas. Ia juga menyebutkan bahwa rencana pengiriman ini telah dibahas bersama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dan mitra terkait, dengan target pemenuhan kuota pada 2026. “Karena ternyata dari Jepang itu disiapkan kuota 45.000 orang se-Indonesia,” tambahnya.
Untuk mendukung program tersebut, Disnakertrans NTB akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) dalam menyiapkan siswa sejak dini. Pembekalan bahasa Jepang direncanakan dimulai sejak kelas 2, bahkan sejak kelas 1 bagi siswa yang berminat mengikuti program ini.
“Sehingga begitu dia tamat nanti, anak-anak yang memang sudah punya keinginan kuat ke Jepang, kita rekrut sejak awal. Bahkan sejak masuk kata Pak Gubernur dan kita mulai kelas 1, kelas 2, kelas 3,” katanya.
Aidy menjelaskan kebutuhan tenaga dalam program pemagangan ini meliputi bidang kesehatan, industri, teknologi, dan komputer. Program magang ke Jepang dinilai sebagai salah satu langkah untuk mengatasi tingginya tingkat pengangguran terbuka pada lulusan SMK melalui kerja sama pemerintah daerah dengan Kemendes PDT.

