BerandaLombok UtaraPerkuat Pencegahan Stunting, BGN Resmikan SPPG Terpencil di Lombok Utara

Perkuat Pencegahan Stunting, BGN Resmikan SPPG Terpencil di Lombok Utara

Lombok Utara (Inside Lombok) – Badan Gizi Nasional (BGN) meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Terpencil di Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Selasa (12/5/2026). Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah pelosok tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia dan mencegah stunting hingga ke daerah sulit dijangkau.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan pemerintah tetap memprioritaskan pembangunan SPPG di wilayah terpencil meskipun jumlah penerima manfaat di bawah 1.000 orang. Menurutnya, daerah dengan jarak tempuh lebih dari 30 menit dari pusat layanan utama tetap akan mendapatkan fasilitas SPPG.

“Berapa pun penerima manfaat di daerah yang sulit dijangkau, yang jarak tempuhnya lebih dari 30 menit dari daerah utama, kita tetap akan dirikan satu SPPG,” ujarnya.

Dadan menjelaskan, hingga saat ini sekitar 1.400 SPPG Terpencil telah dibangun di seluruh Indonesia melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra, seperti HKTI dan Krakatau Steel, tanpa menggunakan dana APBN. Secara nasional, jumlah SPPG di wilayah perkotaan dan aglomerasi disebut telah mencapai 28.390 unit dengan cakupan layanan sekitar 62,1 juta penduduk.

Ia menyebut program MBG berkembang dalam waktu relatif singkat dibanding negara lain. “Program ini baru berjalan 1 tahun 4 bulan, tapi sudah melayani 62,1 juta jiwa dari Sabang sampai Merauke. Sebagai perbandingan, Brazil membutuhkan waktu 11 tahun untuk menjangkau 40 juta orang. Kita hanya butuh 1 tahun 4 bulan,” terangnya.

Menurut Dadan, fokus utama program tersebut adalah pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting, sekaligus mendukung pertumbuhan anak hingga usia 18 tahun agar potensi kecerdasan berkembang optimal.

Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, menyatakan dukungannya terhadap kehadiran SPPG 3T di Desa Genggelang. Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada pendidikan, tetapi juga pemenuhan gizi dan lingkungan yang sehat. “Kualitas sumber daya manusia tidak dapat dibangun hanya melalui pendidikan. Anak-anak juga membutuhkan asupan gizi yang cukup dan lingkungan yang sehat,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berharap keberadaan SPPG di Desa Genggelang dapat mengatasi kendala distribusi pelayanan gizi di wilayah terpencil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani dan pelaku usaha setempat.

“Pemerintah Kabupaten Lombok Utara siap mendukung penuh. Jika anak-anak kita sehat, maka masa depan Lombok Utara juga akan lebih kuat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk manusia kita,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer