Lombok Utara (Inside Lombok) – Penutupan tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pemenang, Tanjung, dan Kayangan pasca-eksekusi lahan berdampak pada mobilitas warga, Rabu (15/4). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara (KLU) bergerak cepat berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dan Pertamina untuk menjaga pasokan bahan bakar dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sekretaris Daerah KLU, Sahabudin, menyatakan dampak penutupan langsung terasa sejak hari pertama dengan antrean kendaraan di SPBU yang masih beroperasi, salah satunya di Telaga Wareng, Pemenang.
“Aktivitas ekonomi masyarakat tentu terhambat. Warga yang seharusnya bisa beraktivitas lebih jauh, kini waktunya habis untuk mencari tempat pengisian BBM yang lokasinya cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Mobilitas dan kelancaran lalu lintas pun mulai terganggu karena adanya antrean panjang,” ujarnya.
Dengan hanya tersisa dua SPBU yang beroperasi di wilayah KLU, pemerintah daerah segera melakukan koordinasi lintas sektor. Sahabudin menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas ESDM Provinsi NTB dan Pertamina untuk mengantisipasi kebutuhan BBM masyarakat. “Kalau untuk pemenuhan permintaan BBM, teman-teman sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas ESDM dan Pertamina,” ucapnya.
Sebagai langkah darurat, kuota BBM dari tiga SPBU yang ditutup akan dialihkan ke SPBU terdekat yang masih beroperasi. “Informasi yang kami terima, stok di SPBU terdekat dari lokasi penutupan akan ditambah. Kami mempertimbangkan kebutuhan mendesak masyarakat, sehingga stoknya dipindahkan sementara ke lokasi yang paling terjangkau oleh warga,” jelasnya.
Selain langkah teknis, Pemkab KLU juga memantau proses hukum yang sedang berjalan terkait eksekusi lahan tersebut. Pemerintah daerah berharap sengketa dapat segera selesai agar layanan publik kembali normal.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Pemprov, Pertamina, dan tentunya pihak pengadilan supaya ada solusi permanen. Harapan kami permasalahan ini secepatnya selesai di pengadilan sehingga SPBU yang ditutup bisa segera beroperasi kembali sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

