Home Nasional Upacara 17 Agustus ala Warga Gapuk Gunakan Tiang Bendera dari Bambu

Upacara 17 Agustus ala Warga Gapuk Gunakan Tiang Bendera dari Bambu

Warga Lingkungan Gapuk Selatan, Dasan Agung Kota Mataram, melaksanakan upacara dengan menggunakan tiang bendera dari bambu. (Inside Lombok/ANTARA News/ist.Johan)

Mataram (Inside Lombok) – Puluhan warga di Lingkungan Gapuk Selatan, Dasan Agung, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), melaksanakan kegiatan puncak Peringatan HUT RI Ke-74, dengan menggunakan tiang bendera dari bambu.

Johan Rahmatullah selaku ketua panitia yang dikonfirmasi seusai mengikuti kegiatan upacara di Mataram, Sabtu, mengatakan, kegiatan upacara peringatkan HUT RI di Lingkungan Gapuk Selatan, dilaksanakan setiap tahun.

“Selain untuk menyemarakan HUT RI, upacara ini juga seklaigus untuk mengobati rindu warga mengikuti prosesi upacara yang biasanya dilaksanakan di sekolah dan kantor-kantor pemerintah setiap Senin,” ujarnya.

Karenanya, untuk melaksanakan kegiatan upacara di gang Lingkungan Gapuk dengan lebar hanya sekitar 3 meter itu, tidak membutuhkan persiapan lama sebab semua memberi dukungan dengan gotong royong dan swadaya.

Bahkan untuk tiang benderanya, tambahnya menggunakan bambu yang kemudian dicat dan didirikan dengan beralaskan alu karena gang sebagai tempat pelaksanaan upacara dirabat menggunakan batu sikat.

“Agar jalan tidak rusak, untuk mendirikan tiang bendera kami menggunakan alas dengan alu,” lanjutnya.

Antusias warga yang ikut serta dalam kegiatan upacara tersebut cukup tinggi dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 100 orang, berasal dari warga sekitar dan berbagai kalangan usia. Dari anak-anak, remaja, dan orang tua.

Para peserta upacara yang didominasi kalangan ibu-ibu itu dibebaskan menggunakan pakaian apapun, meskipun menggunakan sarung. Namun, khusus untuk petugas upacara disarankan menggunakan pakaian hitam putih agar terlihat lebih rapi dan seragam.

Johan mengatakan, kegiatan upacara tersebut selain untuk menyemarakkan HUT RI Ke-74, juga bertujuan untuk mengajak warga memakani dan merefleksikan semangat kenerdekaan dan tidak lupa dengan jasa-jasa para pahlawan.

Kegiatan upacara tersebut berlangsung selama satu jam yakni mulai pukul 09.00 WITA hingga pukul 10.00 WITA. Kegiatan upacara itu sengaja dimulai agak siang agar siswa yang baru pulang dari mengikuti upacara di sekolah bisa ikut serta juga. (Ant)