Home Pendidikan BDR di Lotim Diperpanjang Satu Bulan Lagi

BDR di Lotim Diperpanjang Satu Bulan Lagi

Kepala Dikbud Lotim, Ahmad Dewanti Hadi, saat ditemui di ruangannya, di Selong, Jumat (02/10/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Belajar Dari Rumah (BDR) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali diperpanjang hingga satu bulan ke depan. Sebelumnya, perpanjangan BDR tersebut berakhir pada tanggal 30 September 2020 lalu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim, Ahmad Dewanto Hadi mengatakan, pelaksanaan BDR khusunya jenjang sekolah menengah pertama, sekolah dasar dan TK/Paud tersebut diperpanjang karena melihat angka kasus Covid-19 di Lotim belum menurun.

“Kita perpanjang lagi satu bulan ke depan,” ucapnya saat ditemui di ruangannya, di Selong (02/10).

Sebelumnya, Kepala Dikbud Lotim tersebut akan mulai melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah pada akhir bulan September lalu. Akan tetapi, setelah melihat angka kasus positif yang semakin bertambah. Maka pemda memutuskan untuk memperpanjang BDR tersebut.

“Insyaallah simulasi akan kita lakukan setelah perpanjangan yang terakhir ini berakhir, dan kita akan laksanakan simulasi secara berjenjang,” jelasnya.

Dikatakannya, pelaksanaan simulasi nantinya akan dilakukan berjenjang mulai dari tingkat atas yaitu SMP dan dilanjutkan dengan jenjang SD. Untuk jenjang TK/Paud sendiri sesuai dengan keputusan Empat Menteri akan dikakukan dengan rentang waktu yang lebih lama untuk pelaksanaan simulasi.

“Melihat simulasi yang sudah dilaksanakan pada jenjang SMA dan tidak ada yang terindikasi Covid-19. Maka kami melaksanakan simulasi terlebih dahulu sebelum membuka sekolah dengan ketentuan khusus,” paparnya.

Adapun pembukaan sekolah dengan ketentuan khusu tersebut yaitu dengan pembatasan jumlah siswa di kelas, pembatasan jam, pembagian shif, dan yang paling penting yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kendati demikian, jika angka kasus Covid-19 di Lotim terus mengalami kenaikan. Maka, kemungkinan besar BDR akan diperpanjang lagi hingga angka kasus Covid-19 menurun di Lotim.

“Kita tidak berani mengambil resiko jika kasus tersebut masih meningkat,” katanya.