Disdik Loteng Siapkan Strategi Pembelajaran Jarak Jauh Jangka Panjang

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, H. Sumum, Selasa (4/8/2020). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah sedang memikirkan strategi agar pembelajaran jarak jauh via daring bisa berjalan dengan maksimal.

Strategi itu disiapkan untuk menghadapi kemungkinan Lombok Tengah tidak kunjung memasuki zona hijau Covid-19 hingga akhir tahun.

“Itulah sebabnya kita sekarang sedang memikirkan apa strateginya supaya pembelajaran jarak jauh bisa dilaksanakan dengan baik”, kata Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, H. Sumum, Selasa (4/8/2020) di Praya.

Rencana awal, sekolah di Lombok Tengah akan mulai dibuka pada bulan September yang dimulai dari jenjang SMP. Akan tetapi, pembukaan sekolah harus menunggu zona hijau kasus Covid-19.

Sementara sampai saat ini, Lombok Tengah masih berada di zona kuning kasus Covid-19.

“Untuk jenjang SMP ini kan acuan kita adalah SKB empat Menteri itu. Tapi kalau kondisinya belum (zona hijau), kita akan lihat kondisinya nanti”, ujarnya.

Diakui Sumum bahwa pembelajaran jarak jauh ini memang belum maksimal. Banyak kendala yang menyebabkan peserta didik tidak bisa mendapatkan pendidikan dengan maksimal seperti saat pembelajaran tatap muka.

Kendala itu mulai dari tidak adanya kuota untuk siswa mengakses pembelajaran via daring hingga tidak ada smartphone bagi orang tua siswa yang kurang mampu.

“Jelas (tidak maksimal). Tapi mana yang kita pilih, pintar atau sehat”,ujarnya.

Sehingga mau tidak mau, pembelajaran jarak jauh ini masih akan tetap berlangsung hingga Lombok Tengah memasuki zona hijau kasus Covid-19.

“Yang utama saat ini adalah kesehatan. Jangan sampai karena ingin pintar malah anak didik terpapar Covid-19”,jelas Sumum.