Pemkot Mataram Kaji Keberlanjutan Program Bantuan Siswa Miskin

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera mengkaji keberlanjutan program bantuan siswa miskin (BSM), yang selama ini disalurkan oleh Badan Zakat Nasional Kota Mataram kepada ratusan siswa tingkat SD dan SMP di kota ini.

“Dalam waktu dekat ini kami akan melibatkan sejumlah tim untuk melakukan kajian terhadap program itu, agar program BSM bisa lebih tepat sasaran,” kata Sekretris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Effendi Eko Saswito di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan, kajian soal kelanjutan program BSM tersebut dilakukan berdasarkan usul dari kepala sekolah dalam rapat koordinasi kepala sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Mataram.

Dalam rapat tersebut salah seorang kepala sekolah mengusulkan agar program BSM perlu ditinjau karena dinilai kurang efektif. Apalagi, siswa miskin saat ini sudah banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat baik melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) maupun program keluarga harapan (PKH), dan lainnya.

“Karena itu, kalau ada dana dari pemerintah daerah salah satunya dari Baznas, sebaiknya dialihkan ke pada guru honorer,” katanya.

Selain itu, alasan para guru mengusulkan agar program BSM ditinjau ulang karena siswa miskin yang diberikan bantuan banyak yang membawa sepeda motor, sehingga program ini terkesan kurang tepat sasaran.

“Belum lagi beban bagi para kepala sekolah yang harus membuatkan surat keretangan miskin kepada penerima bantuan yang sebenarnya kurang layak, apalagi kalau sudah membawa motor,” ujarnya.

Dasar itulah, kata dia, pemerintah kota akan melakukan evaluasi dan kajian terhadap program tersebut, dan jika kondisinya seperti yang disampaikan kepala sekolah maka ke depan program BSM akan diarahkan sesuai harapan guru.

Dikatakannya para guru Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti sudah merasakan manfaat penyaluran zakat, infaq dan sedekah (ZIS) melalui Baznas Kota Mataram, sehingga mereka ingin agar ZIS yang disalurkan lebih tepat sasaran.

Besaran BSM yang diberikan kepada satu siswa miskin di Mataram sekitar Rp330 ribu per tahun untuk tingkat SD dan Rp600 ribu per tahun untuk siswa miskin tingkat SMP.

“BSM itu bersumber dari ZIS ASN muslim di Kota Mataram yang dihimpun oleh Baznas,” katanya. (Ant)