25.5 C
Mataram
Senin, 24 Juni 2024
BerandaDaerahTingkatkan TOEFL dan IELTS Siswa, Disdikbud NTB Siapkan Seribu Guru Bahasa Inggris

Tingkatkan TOEFL dan IELTS Siswa, Disdikbud NTB Siapkan Seribu Guru Bahasa Inggris

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) NTB saat ini berupaya meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris para pelajar, khususnya untuk TOEFL dan IELTS. Upaya ini dilakukan melalui program upgrading kompetensi Bahasa Inggris.

Kepala Disdikbud NTB, Aidy Furqan mengatakan langkah ini penting untuk penyiapan sumber daya manusia (SDM), agar peserta didik di NTB lebih banyak yang mendapatkan beasiswa baik di luar maupun dalam negeri. Guna mendukung hal tersebut, pemda pun menyiapkan seribu orang guru Bahasa Inggris yang tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa. “Sampai Januari lalu 1.016 guru itu se-NTB untuk SMA, SMK, dan SLB,” katanya.

Dari seribu guru Bahasa Inggris yang disiapkan, nantinya akan diarahkan menjadi tutor, atau mulai dari basic, menyesuaikan jumlah jam belajar yang akan diberikan. “Misalnya yang mulai dari nol itu pertemuan upgrade-nya lebih lama, yang setengah itu ya setengah dari pertemuan itu. Paling tinggi kemampuan bisa menjadi tutor.” terangnya.

Program upgrading Bahasa Inggris ini akan dimulai pada tahun ajaran baru ini dan sasarannya adalah para siswa. Dari program ini tujuannya adalah makin banyak siswa yang mendapatkan beasiswa baik dalam maupun luar negeri.

- Advertisement -

“Nanti di jam pelajaran Bahasa Inggris itu kita integrasikan. Misalnya dia mengajar 4 jam dan 1 jamnya khusus untuk pendalaman TOEFL dan IELTS dan 3 jamnya normal,” katanya. Dari program ini nanti ditargetkan satu guru bisa meloloskan dua siswa untuk mendapatkan beasiswa pendidikan baik luar maupun dalam negeri.

Target ini akan terus bertambah yaitu satu guru bisa meloloskan empat siswa. “Tahun depan naik lagi. Sampai tahun ketiga program ini satu guru bisa mengawal enam siswa. Jadi dikalikan kalau enam kali 1.016 itu sebegitu lah target kita,” ungkap Aidy.

Alasan lain dari program ini agar angka melanjutkan pendidikan di NTB tetap naik. Karena saat ini jika siswa tidak melanjutkan dianggap putus pendidikan. “Tamat SMA tidak kuliah itu dianggap putus pendidikan menengah,” katanya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer