Polres Mataram Selidiki Kasus Bunuh Diri di Narmada

Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam (empat dari kiri) mendengar sejumlah keterangan yang telah dikumpulkan Kasat Reskrim Polres Mataram, AKP Joko Tamtomo (dua dari kiri) saat melakukan olah TKP kasus dugaan bunuh diri di Dusun Sembung Lauk, Desa Sembung, Senin (01/07/2019) (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Mataram (Inside Lombok) – Tim penyidik Sat Reskrim Polres Mataram melakukan olah TKP kasus dugaan gantung diri di sebuah gudang kapuk di Dusun Sembung Lauk, Desa Sembung, Kecamatan Narmada Lombok Barat (Lobar), Senin (01/07/2019). Olah TKP dilakukan karena kejadian tersebut dianggap belum jelas kebenarannya.

Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam yang turut datang ke TKP menerangkan bahwa pihaknya melakukan olah TKP guna mengumpulkan bahan-bahan keterangan, baik dari saksi maupun pemilik gudang sendiri terkait kejadian tersebut.

“Kami juga membuka diri apabila ada masyarakat yang punya informasi tetang ini. Kami melakukan kegiatan-kegiatan kepolisian berdasarkan apa-apa yang ditemukan di sini, semoga kita bisa ada bukti-bukti baru sehingga memperjelas peristiwa ini,” ujar Saiful saat ditemui di sela-sela olah TKP.

Sebelumnya mayat seorang pria dengan nama Baihaqi (42) didapati telah meninggal dunia dalam keadaan tergantung di dalam gudang kapuk tempatnya bekerja, Minggu (30/06/2019) sekitar pukul 18.30 Wita. Sehari-hari Baihaqi memang bekerja menjadi mandor di gudang kapuk tersebut.

Dari proses identifikasi, Baihaqi diketahui merupakan warga Dusun Batu Rimpang, Desa Badrain Kecamatan Narmada. Kejadian itu sendiri berawal ketika Baihaqi tidak pulang dari tempat kerja seperti biasanya sehingga keluarganya merasa khawatir.

Keluarga Baihaqi pun pergi mencari korban di gudang kapuk tersebut. Karena gudang dalam keadaan terkunci dari dalam, maka pihak keluarga memutuskan mencongkel gembok dengan linggis agar bisa masuk. Benar saja, Baihaqi ditemukan ada di bagian belakang gudang dalam keadaan telah meninggal dunia dengan masih tergantung.

Saat ini mayat korban telah dititipkan di Rumah Sakit Kota Mataram dalam rangka VER dan autopsi. Penyelidikan sendiri masih berlanjut dengan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Mataram, AKP Joko Tamtomo, guna memperjelas apakah kejadian tersebut murni bunuh diri atau ada dugaan lain yang mungkin terjadi.