Budidaya Porang: Cara Baru Lobar Tingkatkan Ekonomi

Porang hasil panen petani di Lombok Barat. (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) -Potensi ekonomi dari budidaya tanaman porang di Lombok Barat (Lobar) dinilai cukup besar. Untuk itu, pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi khusus untuk pembangunan pabrik tanaman umbi tersebut di wilayah Lembar.

Asisten II Setda Lobar, Rusditah menyebut kawasan Lembar dipilih karena kriterianya sudah sesuai dengan RTRW daerah. Saat ini, berbagai persiapan tengah disiapkan oleh Pemda.

“Pak Bupati dalam arahannya sudah menyebut bahwa 99 persen pabrik porang di Lobar akan dibangun di Kecamatan Lembar,” ungkap Rusditah belum lama ini.

Terkait pembangunan pabrik, diakuinya pihak terkait sudah mulai melakukan kunjungan untuk rencana investasi tersebut. Dalam hal ini Pemda Lobar sudah mulai meningkatkan pembinaan bagi para petani porang.

Kata dia, di Lombok Barat, memiliki potensi budidaya porang, kopi, hingga madu trigona yang cukup besar. Seperti di Lingsar, budidaya kopi dalam satu kebun saja bisa mencapai hingga puluhan hektar. Belum lagi lahan yang sama dapat juga digarap untuk budidaya porang.

“Jadi dalam satu lahan itu bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan tiga komoditas ini” ujar dia.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lobar, H. Muhur Zokhri memaparkan bahwa di Lobar saat ini luas areal yang berpotensi untuk budidaya porang mencapai 879 hektare, dengan luas kawasan yang berpotensi untuk panen seluas 249 hektare. Jumlah petani porang juga diperkirakan bisa mencapai ratusan hingga ribuan orang.

“Dengan melihat potensi kita di Lombok Barat ini, saya rasa ini bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan pabrik itu nantinya” sebut Muhur.

Menurutnya, arahan dari hasil pertemuan Bupati dengan menteri terkait budidaya porang akan dikembangkan dengan konsep budidaya kawasan. Tujuannya agar masyarakat yang ada di sekitar kawasan dapat turut merasakan dampak ekonomi.

“Menteri juga dalam arahannya menyebut, supaya hasil produksi porang ini tidak hanya setengah jadi, tapi bisa berbentuk beras atau yang lainnya” beber dia.

Selain turun untuk memberikan pembinaan bagi para petani, pihaknya juga sudah mulai berkoordinasi dengan OPD terkait yang nantinya dapat membantu program pasca panen hingga pemasaran.

“Mungkin saat ini memang kita belum maksimal, tapi insyaallah tahun depan kita usahakan untuk bisa mengintervensi bantuan bagi para petani porang” pungkasnya.