Bupati Pastikan Objek Wisata KLU Lainnya Aman Dikunjungi

281
Panorama Mata Air Tawar Papak Gangga dari ketinggian yang ada di KLU. (Inside Lombok/@kajuman_)

Mataram (Inside Lombok) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Najmul Akhyar, mengadakan konfrensi pers terkait bencana longsor di air terjun Tiu beberapa waktu lalu, Kamis (21/03/2019) di Aula Rinjani Rumah Sakit Umum Premerintah (RSUP) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Konfrensi tersebut membahas antara lain kedukaan yang dirasakan Pemerinah Kabupaten (Pemkab) KLU serta masyarakat KLU secara umum atas meninggalnya tiga orang yang menjadi korban longsor tersebut. Serta kesiapan Pembak KLU serta seluruh masyarakat untuk menjamin keselamatan wisatawan yang mengunjungi KLU kedepannya.

“Apa yang kita saksikan dari kejadian ini menunjukkan bahwa dari segi atau faktor alam mungkin memang ada masalah. Tapi dari sisi kesiapan masyarakat kami untuk memberikan bantuan, pertolongan terbaik, menjadi salah satu kesiapan kami untuk menerima wisatawan kita,” ujar Najmul dalam konfrensi pers tersebut.

Menurut Najmul walaupun kondisi KLU secara umum masih belum kondusif setelah longsor yang terjadi akibat gempa Magnitudo 5.4 yang terjadi pada Minggu (17/03/2019) lalu, seluruh jajaran Pemkab KLU serta masyarakat KLU secara umum akan tetap menyambut siapapun yang akan datang untuk menikmati keindahan KLU. Hal tersebut mengingat ada banyak masyarakat KLU yang siap bertaruh nyawa untuk mengamankan para wisatawan tersebut.

“Kami apresiasi relawan yang justru mengabaikan keselamatan mereka. KLU dalam berbagai peristiwa sudah menunjkkan hal-hal seperti itu. Baik saat gempa di gunung rinjani (gempa Magnitudo 7 yang terjadi pada Agustus 2018, red) maupun longsor di air terjun Tiu Kelep,” tegas Najmul.

Menurut Najmul salah satu karakter masyarakat KLU adalah selalu mementingkan kepentingan orang lain lebih dahulu ketimbang kepentingan mereka sendiri. Hal tersebut terlihat dari bagaimana masyarakat Desa Senaru, sebagai contoh, menyelamatkan korban yang terjebak di air terjun tiu kelep tanpa memerhatikan keselamatan mereka sendiri.

“Sering terjadi persoalan-persoalan. Tapi masyarakat Alhamdulillah selalu ikut menyelesaikan masalah-masalah para wisatawan, yang di Tiu Kelep ini salah satunya. Itu karena mereka merasa bagian dari lombok utara, bagian dari daerah wisata itu. Berpenghidupan di sana sehingga mereka punya kewajiban untuk bisa menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan wisatawan yang datang ke sana,” ujar Najmul.

Dengan adanya tanah longsor yang terjadi di Tiu Kelep, menurut Najmul, kedepannya perlu dibuat sebuah komitmen untk lebih berhati-hati terkait segala hal yang menyangkut keselamatan para wisatawan yang mengunjungi KLU, menginta salah satu lapangan kerja masyarakat KLU banyak datang dari sektor pariwisata tersebut. Kedepannya, ujar Najmul, pihaknya akan menyusun standarisasi pelayanan dengan mengutamakan keselamatan para wisatawan yang berkunjung ke KLU.

Senada dengan hal tersebut perwakilan pemuda yang melakukan penyelamatan ketika longsor terjadi, Jan, menerangkan bahwa pemuda Desa Senaru selalu siap memberikan pelayanan yang terbaik. Menurut Jan, hal tersebut memang tanggungjawab mereka.

“Ketika melakukan evakuasi, yang kami pikirkan adalah bagaimana para korban bisa selamat. Kami ikhlas, karena itu memang tanggungjawab kami,” ujar Jan kepada Inside Lombok selepas konfrensi pers tersebut.

Selain itu Jan menerangkan bahwa pemuda Desa Senaru telah menyusun rencana pembenahan lokasi pariwisata di daerah mereka. Namun akan dilaksanakan setelah situasi lebih kondusif dan aman.

Menanggapi hal tersebut, salah satu korban selamat dari bencana longsor tersebut, Wong Siew Lin, menerangkan bahwa dirinya sangat berterimakasi atas respon cepat masyarakat sekitar Desa Senaru serta pemerintah ketika menyelamantkan dirinya. Menurut Wong, ia bisa saja sudah meninggal jika tidak cepat diselamatkan. Wong sendiri merupakan Warga Negara Malaysia yang sedang melakukan tur wisata bersama 39 orang wisatawan lainnya.

“Saya sangat berterimakasih. Semua orang menyelamatkan kami. Saya, dan kami semua (warga Malaysia, red.) akan tetap berkunjung ke Lombok, ke Indonesia,” ujar Wong.

Sebelumnya lombok diguncang gempa Magnitudo 5.4 yang berpusat 20 Km ke arah utara Kota Selong. Gempa tersebut terjadi karena aktifnya sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani yang memanjang dari Lombok Timur sampai KLU. Akibat gempa tersebut beberapa rumah dilaporkan rubuh serta terjadi longsor di air terjun Tiu Kelep yang menewaskan satu orang pemandu wisata asal Desa Senaru serta dua orang Warga Negara Malaysia.