Dispar Siapkan Konsep Pembukaan Objek Wisata Sambut Normal Baru

408
Objek wisata Pantai Ampenan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. (Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan berbagai konsep untuk pembukaan sejumlah objek wisata baik wisata pantai maupun wisata religi dalam rangka melaksanakan normal baru.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Jumat, mengatakan, pembukaan objek wisata dengan konsep normal baru tersebut harus tetap mengacu pada protokol pencegahan COVID-19.

“Karena itu, kita perlu melakukan komunikasi dan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait termasuk para pedagang di areal objek wisata,” katanya.

Menurutnya, apabila objek wisata dibuka maka setiap objek wisata dipastikan ada petugas yang melakukan pengawasan selain dua orang petugas dari Dispar yang disiagakan.

Selain itu, pihaknya juga meminta bantuan dari aparat Satpol PP, Dinas Perhubungan serta aparat terkait lainnya termasuk camat dan lurah setempat.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan pengunjung dan pedagang di objek wisata menerapkan protokol COVID-19.

“Pengunjung dan pedagang harus menggunakan masker, menjaga jarak dan ketentuan-ketentuan lainnya,” katanya.

Namun demikian, Denny belum bisa memutuskan secara pasti kapan objek wisata di Mataram akan mulai dibuka kembali setelah ditutup sejak pandemi COVID-19 merebak di Kota Mataram.

Intinya, semua objek wisata akan dibuka apabila tren penyebaran COVID-19 sudah stagnan atau menurun maka normal baru dengan pembukaan objek wisata bisa dilaksanakan.

“Sekarang kita kaji dulu, dan kalau untuk saat ini objek wisata belum bisa kita buka karena tren penyebaran COVID-19, masih meningkat,” katanya.

Untuk memutus mata rantai COVID-19, sejak pandemi COVID-19 terjadi pada Maret 2020 di Kota Mataram, pemerintah kota telah menutup sejumlah objek wisata pantai mulai dari Pantai Ampenan, Pantai Tanjung Karang, Pantai Loang Baloq, Pantai Mapak dan Pantai Gading.

Selain itu, pemerintah kota juga menutup dua makam yang dikeramatkan yakni Makam Bintaro dan Loang Baloq yang selalu ramai dikunjungi pezirah. (Ant)