MAN 1 Lotim Kampanyekan Gerakan Siswa Anti Plastik

Siswa MAN 1 Lombok Timur memunguti sampah sebagai bentuk kampanye Sastik pada pawai alegoris di Lombok Timur. (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Ada pemandangan berbeda dalam pawai alegoris memperingati 17 Agustus di Kabupaten Lombok Timur tahun ini. Biasanya, siswa dan siswi berbaris menggunakan beragam busana adat, profesi, dan lainnya. Namun, kali ini ada kontingen yang mencuri perhatian dengan penampilannya.

Adalah di barisan siswa MAN 1 Lombok Timur, tampak para siswa kelas X Mia 3 menggunakan seragam ala pemulung dengan wajah di cat putih semua. Sambil membawa karung, mereka memunguti sampah plastik di sepanjang jalan yang dilalui. Ternyata, ini adalah kegiatan perdana mereka mengkampanyekan gerakan SASTIK (Siswa Anti Plastik).

“Ini pertama kali kami pawai tapi mungutin sampah, seru dan edukatif, kami sebelumnya enggan untuk memungut sampah, namun hari ini kami semua belajar untuk lebih peduli lingkungan” ungkap Tegar dan Anggi, mewakili siswa MAN 1 Lotim.

Menurut Jien Raharja, wali kelas X Mia 3, gagasan ini awalnya muncul sebagai alternatif agar siswa bisa berkreasi dan menampilkan konsep yang lebih variatif dalam pawai. Namun, ternyata bisa diaplikasikan sebagai sebuah gerakan positif. Terlebih dalam pawai seperti ini, potensi sampah plastik sangat besar, karena pesertanya mencapi ribuan.

“Saya sampaikan ke siswa, bayangkan jika semua peserta minum air mineral saja, sudah berapa banyak sampah plastik terkumpul. Belum lagi yg makan permen, bungkus cilok, kue, dll. Siswa sepakat, dan mereka antusias menjadi relawan sampah plastik dalam pawai ini,” ungkap Jien.

Sementara itu, M.Nurul Wathoni, Kepala MAN 1 Lotim mengungkapkan gerakan ini patut di apresiasi. Terlebih, Pemprov NTB tengah menggalakkan program Zero Waste, dimana salah satu tujuannya mengurangibsampah plastik.

“Ini adalah gerakan yang sederhana, dan bisa diterapkan dimana saja. Kami mengapresiasi dan akan mendukung kepedulian siswa, sekaligus sebagai wujud dukungan kami terhadap program pemerintah NTB dalam menjaga kebersihan lingkungan, semoga bisa diadopsi oleh siswa-siswa lain,” pungkasnya.

Usai pawai, mereka membawa kumpulan sampah ke depan sekolah, untuk kemudian diangkut oleh petugas.