Sambut MotoGP, Jumlah Hotel di Lombok Belum Cukup

578
Ilustrasi MotoGP (Inside Lombok/Sepangcircuit)

Mataram (Inside Lombok) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Zulkieflimansyah (Bang Zul), membentuk kepanitian khusus untuk melaksanakan percepatan dan pemantapan persiapan menyambut didapuknya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Lombok Tengah sebagai tuan rumah MotoGP 2021. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB di Kantor Gubernur NTB, Senin (04/03/2019).

Panitia khusus tersebut terdiri dari Gubernur NTB selaku Ketua Dewan Kawasan KEK Mandalika, Bupati Lombok Tengah, Moh. Suhaili Fadhil Thohir selaku wakil, dan didukung oleh Sekda NTB, Rosiady Husaenie Sayuti, selaku Ketua Panitia Percepatan dan Pemantapan MotoGP. Panitia khusus tersebut diharapkan dapat mendukung ITDC selaku pengelola KEK Mandalika dalam menyiapkan fasilitas dan infrastrukturnya serta membuka kesempatan agar masyarakat NTB secara umum mendapat manfaat besar dari penyelenggaraan even tersebut.

Menambahkan hal tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Lalu Gita Aryadi, menerangkan bahwa infrastruktur NTB telah didukung oleh investor-investor yang akan membantu mempersiapkan MotoGP 2021 di Lombok.

Gita menerangkan bahwa ITDC selaku pengelola KEK Mandalika akan bertanggungjawab penuh terhadap pembangunan infrastruktur dasar dalam kawasan tersebut. Kemudian Vinci Construction, selaku investor yang tertarik bergabung dalam persiapan tersebut, akan melakukan pembangunan fasilitas di lahan seluas 131 Ha tersebut.

“Vinci akan bangun enam (6) hotel dan aula di 131 Ha lahan itu (lahan yang dikelola ITDC, red.),” ujar Gita saat ditemui usai Rapim di Kantor Gubernur NTB, Senin (04/03/2019).

Penambahan hotel sendiri dianggap penting mengingat akan ada ratusan ribu wisatawan yang berkunjung ke Lombok dikarenakan even MotoGP tersebut. Untuk itu ITDC telah menandatangani Master Land Utilization and Development Agreement (LUDA Induk) dengan Vinci Construction Grands Projets (VCGP) dengan investasi sebesar Rp14.5 triliun.

Vinci sendiri akan memulai pembangunan distrik entertainment & sport paling lambat akhir 2018. Sebagai permulaan, Vinci akan membangun dua hotel dengan bintang lima dan empat dengan konsep syariah. Kedua hotel tersebut akan menyediakan 400 kamar dan diperkirakan dapat beroperasi pada akhir 2020.

Selain itu, Gita menerangkan kesiapan ITDC sendiri untuk membangun sirkuit MotoGP akan memakan waktu kurang dari satu tahun. Sebab lintasan MotoGP tersebut menggunakan konsep sirkuit-jalanan yang merupakan konstruksi jalan utama yang dibuat ITDC sendiri.

“Sudah ada pemain dunia untuk itu (membangun infrastruktur, red.). Tinggal dikontrak, jadi. Uang juga ada,” pungkas Gita.