Lombok Tengah (Inside Lombok) – Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) memastikan tidak ada tanaman padi yang mengalami gagal panen akibat curah hujan tinggi yang sempat merendam sejumlah areal persawahan dalam beberapa hari terakhir. Hingga Rabu (26/2), instansi tersebut belum menerima laporan kerusakan tanaman yang berujung pada puso.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Loteng, Zaenal Arifin, mengatakan genangan yang terjadi masih dalam batas aman karena air berangsur surut dan tidak berlangsung lama. “Sampai hari ini belum ada laporan tanaman padi yang rusak atau gagal panen akibat curah hujan tinggi kemarin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi terendam baru berpotensi membahayakan apabila berlangsung lama hingga menyebabkan tanaman rebah. “Secara menyeluruh kondisi tanaman padi kita aman. Memang ada yang tergenang, tapi pasti akan surut. Kecuali kalau tanaman padi terendam cukup lama lalu rebah, itu yang berbahaya. Namun tidak semuanya roboh,” jelasnya.
Menurut Zaenal, sebagian besar wilayah di Loteng bahkan telah memasuki masa panen, seperti di Kecamatan Jonggat, Batukliang, dan Batukliang Utara. “Di sebagian besar wilayah sudah mulai panen, seperti di Jonggat, Batukliang, dan Batukliang Utara. Jadi kondisi kita relatif aman,” katanya.
Ia menambahkan, faktor yang umumnya menyebabkan gagal panen antara lain banjir dalam waktu lama, serangan hama dan penyakit tanaman, serta kekeringan ekstrem. “Yang biasanya menyebabkan gagal panen itu banjir besar yang lama, hama penyakit, atau kekeringan. Memang ada genangan karena hujan kemarin, tapi tidak sampai membuat gagal panen. Apalagi hari ini hujan sudah mulai reda,” pungkasnya.

