29.5 C
Mataram
Rabu, 4 Maret 2026
BerandaEkonomiLPS Perkuat Literasi Keuangan di Desa, Dukung Program Desa Berdaya NTB

LPS Perkuat Literasi Keuangan di Desa, Dukung Program Desa Berdaya NTB

Mataram (Inside Lombok) – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berkomitmen memperluas jangkauan edukasi dan literasi keuangan hingga ke tingkat pedesaan di NTB. Langkah ini dilakukan melalui sinergi strategis bersama Forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk mendukung program Desa Berdaya yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat, mengungkapkan bahwa program kerja LPS saat ini sangat selaras dengan visi pemerintah daerah dalam mentransformasi desa melalui kategori transformatif dan tematik.

​”Kami dari empat lembaga yang tergabung dalam Forum KSSK. Seperti Bank Indonesia, OJK, LPS, dan Kementerian Keuangan telah sepakat untuk mendukung penuh program Desa Berdaya ini. Salah satu pilar utamanya adalah kegiatan literasi dan sosial kemasyarakatan,” ujarnya, Rabu (4/3).

Selain menyasar masyarakat umum, LPS juga memfokuskan dukungan pada peningkatan kapabilitas para pendamping desa. Menurut Bambang, para pendamping ini memerlukan capacity building agar mampu mengawal program pemberdayaan secara berkelanjutan. ​Untuk memastikan efektivitas program, LPS bersama anggota KSSK lainnya akan memilih satu atau dua lokasi sebagai proyek percontohan.

“Kami ingin ada alat ukur yang jelas. Jadi, sebelum dan sesudah kami berikan dukungan, hasilnya harus terlihat nyata. Kami akan identifikasi apa kebutuhan pengembangan di lokasi tersebut,” imbuhnya.

Dalam rangkaian kegiatan selama dua hari di Pulau Lombok, LPS telah menyambangi Dusun Selampang di Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat dan di Lombok Tengah tepatnya di Desa Tampak Siring, Kecamatan Batukliang. Bekerja sama dengan Rumah Zakat, LPS mengemas edukasi keuangan dengan pendekatan yang humanis dan interaktif.

​Bambang menjelaskan, meski kegiatan dibalut dengan nuansa Ramadan seperti buka puasa bersama dan pemberian santunan bagi anak yatim, esensi edukasi tetap menjadi prioritas.

​”Karena audiensnya banyak anak-anak dan orangtua, kita berikan edukasi tentang tugas dan fungsi LPS melalui cara-cara interaktif seperti games dan tebak-tebakan. Temanya kombinasi, mulai dari pengetahuan agama hingga pengenalan lembaga keuangan,” bebernya.

Pemilihan lokasi di pelosok desa bukan tanpa alasan. Berdasarkan pertimbangan bersama mitra lapangan, wilayah-wilayah tersebut dinilai paling membutuhkan sentuhan literasi keuangan sekaligus bantuan sosial.

​Dalam kegiatan di dua kabupaten tersebut, LPS menyiapkan kuota untuk sekitar 200 peserta di tiap lokasi, dengan penyaluran ratusan paket bingkisan lebaran serta bantuan alat sekolah bagi siswa yang kurang beruntung.

​”Kami ingin hadir di daerah yang memang memerlukan. Harapannya, masyarakat desa tidak hanya terbantu secara ekonomi sesaat, tetapi juga mulai melek terhadap fungsi penjaminan simpanan dan stabilitas sistem keuangan sejak dini,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer