Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memastikan tahapan persiapan ibadah haji 2026 tetap berjalan di tengah konflik antarnegara di Timur Tengah. Pemberangkatan jamaah dijadwalkan mulai 22 April 2026 dan diharapkan situasi geopolitik mereda sebelum keberangkatan.
Asisten II Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, mengatakan jadwal pemberangkatan haji Indonesia dimulai April 2026. Ia berharap dalam dua bulan ke depan ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran dapat mereda sehingga tidak mengganggu proses keberangkatan hingga kepulangan jemaah.
“Persoalan ini sudah pada titik penyelesaian. Kalau kita ngitung dari sekarang tinggal dua bulan. Mudahan satu bulan ini bisa menjadi landai,” katanya.
Pemerintah Kota Mataram menetapkan kuota haji reguler 2026 sebanyak 854 jamaah. Kloter pertama dijadwalkan masuk asrama pada 21 April 2026 dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April 2026.
Selain itu, Pemkot Mataram menyiapkan identitas jamaah berupa rompi dan syal sebagai tanda pengenal. Warna yang disepakati adalah hijau tosca dengan ukuran rompi menyesuaikan kebutuhan jamaah.
“Kita sudah ada kesepakatan warna untuk rompi dan syalnya itu. Tapi karena ini rompi nanti ukurannya bisa M, L, XL. Warna ijo tosca,” katanya, Rabu (4/3/2026).
Ia menambahkan penggunaan syal penting untuk memudahkan identifikasi jamaah apabila terpisah dari rombongan. “Sangat penting sekali. Kalau ada yang tersesat karena sangat membantu dan warnanya cerah,” ujarnya.
Pelaksanaan manasik haji yang dianggarkan Pemkot Mataram dijadwalkan berlangsung akhir Maret 2026. Sementara kebutuhan lainnya disiapkan oleh Kementerian Haji.

