25.5 C
Mataram
Kamis, 5 Maret 2026
BerandaLombok BaratAntisipasi Lonjakan Distribusi Hewan Kurban, Tim Kementerian Pantau Kesiapan Terminal Gili Mas

Antisipasi Lonjakan Distribusi Hewan Kurban, Tim Kementerian Pantau Kesiapan Terminal Gili Mas

Lombok Barat (Inside Lombok) – Tim Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan melakukan kunjungan kerja ke Terminal Gili Mas, Lembar, untuk memastikan kesiapan layanan pelabuhan menjelang Iduladha 2026. Kunjungan yang dipimpin Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antar Wilayah, Djoko Hartoyo, bersama Asisten Deputi Logistik Pangan Dalam Negeri, Ridky Irfan, dilakukan guna mengantisipasi potensi lonjakan distribusi hewan kurban dan mencegah antrean panjang truk pengangkut ternak seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Dalam peninjauan tersebut, tim melihat langsung kesiapan fasilitas sandar kapal, pola bongkar muat kendaraan, serta pengaturan arus kendaraan pengangkut ternak di atas kapal. Langkah ini menjadi bagian dari mitigasi dini untuk mencegah penumpukan truk yang kerap terjadi hingga berhari-hari di pelabuhan. Kondisi tersebut sebelumnya menyebabkan sejumlah ternak dari Pulau Bima dan Sumbawa mati sebelum menyeberang ke Pulau Jawa akibat keterbatasan kapasitas kapal dan ketidaksesuaian jadwal keberangkatan.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Lembar, Kunto Wibisono, menyampaikan bahwa proyeksi pergerakan ternak dan kapasitas layanan menjadi pembahasan penting dalam kunjungan tersebut. Strategi pengendalian kepadatan berbasis kondisi riil di lapangan juga menjadi perhatian bersama.

“Perlu dilakukan penyiapan area buffer oleh Dinas terkait di luar kawasan Terminal Gili Mas yang dapat difungsikan sebagai lokasi feeding dan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum memasuki area pelabuhan,” ujar Kunto.

Ia menjelaskan kapasitas ruang tunggu kendaraan di Terminal Gili Mas sekitar 100 truk dan tidak secara khusus diperuntukkan bagi kendaraan pengangkut hewan, melainkan digunakan bersama dengan truk logistik lainnya.

“Kedatangan truk pengangkut ternak perlu dilakukan filter keberangkatan dari daerah asal. Yang disesuaikan dengan jadwal kedatangan kapal di Gili Mas. Guna menurunkan waktu tunggu di pelabuhan,” sarannya.

Kunjungan tersebut juga diisi diskusi bersama operator pelabuhan, Balai Karantina, Dinas Peternakan dan Dinas Perhubungan Provinsi NTB, serta Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan. Dalam forum itu, Kunto mengusulkan alternatif layanan pengangkutan langsung dari pelabuhan asal seperti Bima dan Dompu menuju Pulau Jawa untuk menghindari penumpukan antrean yang berpotensi menyebabkan ternak kelelahan hingga mati.

Kunto menegaskan PT Pelindo Multi Terminal Branch Lembar berkomitmen memastikan pelayanan kendaraan pengangkut ternak berjalan tertib, aman, dan sesuai standar operasional, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kesejahteraan hewan.

“Koordinasi intensif terus kita lakukan bersama seluruh pemangku kepentingan. Termasuk instansi teknis dan aparat pengawasan, untuk menjamin kelancaran arus kendaraan. Dan juga untuk meminimalkan potensi kepadatan selama periode puncak menjelang Idul Adha 2026,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer