Lombok Tengah (Inside Lombok) – Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok mulai mempersiapkan berbagai langkah dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membentuk Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran yang direncanakan beroperasi pada 13 hingga 30 Maret 2026.
General Manager BIZAM Lombok, Aidhil Philip Julian, mengatakan aktivasi posko terpadu tersebut masih menunggu arahan dari InJourney Airports. Meski demikian, pihak bandara telah lebih dulu melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pelayanan kepada penumpang berjalan lancar selama periode mudik.
“Untuk aktivasi posko terpadu ini masih menunggu arahan dari InJourney Airports, namun BIZAM Lombok sudah mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan,” ujarnya Awak media belum lama ini.
Ia menjelaskan, posko terpadu tersebut nantinya akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri hingga Balai Monitoring Spektrum. Keterlibatan Balai Monitoring Spektrum sebelumnya juga telah dilakukan saat pengamanan masa libur Natal dan Tahun Baru.
Menurut Julian, posko yang akan beroperasi selama 18 hari itu akan menjadi pusat pelayanan sekaligus pusat informasi bagi para penumpang selama periode mudik Lebaran. Melalui posko tersebut, masyarakat dapat menyampaikan berbagai keluhan maupun memperoleh informasi terkait perjalanan udara.
“Posko ini menjadi tempat masyarakat menyampaikan keluhan selama perjalanan, misalnya tiket tertinggal, barang tertinggal atau ketinggalan pesawat. Selain itu, posko ini juga menjadi sentra informasi dan data penerbangan, termasuk informasi cuaca,” jelasnya.
Selama periode arus mudik Lebaran tahun ini, BIZAM memprediksi jumlah penumpang mencapai sekitar 136 ribu orang. Angka tersebut diperkirakan meningkat sekitar 4,1 persen dibandingkan periode sebelumnya, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.
“Prediksi pertumbuhan ini kami lihat dari tren tiga tahun terakhir yang terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 4 persen,” katanya

