Lombok Timur (Inside Lombok) – Penanganan dampak kebakaran yang melanda Pasar Pringgabaya dan Suela terus dipercepat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bersama Dinas Sosial (Dinsos) setempat turun langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen menyeluruh terhadap para pedagang yang terdampak, Selasa (28/4/2026).
Langkah ini tidak hanya sebagai respons awal pascabencana, tetapi juga bagian dari upaya memastikan bantuan yang akan disalurkan benar-benar tepat sasaran. Tim gabungan melakukan pendataan rinci di lapangan dengan menitikberatkan pada identifikasi jumlah pedagang terdampak, klasifikasi tingkat kerusakan lapak, hingga penghitungan estimasi kerugian yang dialami.
Selain itu, kebutuhan mendesak para korban turut menjadi fokus utama dalam asesmen tersebut. Hal ini penting guna mempercepat proses pemulihan, terutama bagi pedagang yang kehilangan tempat usaha dan sumber penghasilan akibat kebakaran.
Ketua BAZNAS Lotim, Muhammad Kamli, menegaskan bahwa proses pendataan dilakukan secara cermat agar penyaluran dana zakat dapat berjalan efektif dan tepat guna. “Kami tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi memastikan proses pendataan berjalan akurat agar bantuan zakat benar-benar diterima oleh pihak yang paling membutuhkan. Sinergi dengan Dinsos menjadi kunci agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penyaluran bantuan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos Lotim, Baiq Siti Aminah, menyampaikan bahwa hasil asesmen akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan pemerintah daerah. Ia menyebutkan, selain bantuan logistik darurat, pihaknya juga tengah mempertimbangkan dukungan lain yang lebih komprehensif, seperti pendampingan psikologis serta bantuan permodalan bagi para pedagang.
“Data yang kami himpun di lapangan akan menjadi acuan dalam merumuskan langkah intervensi selanjutnya, baik dalam bentuk bantuan darurat maupun program pemulihan ekonomi bagi para korban,” jelasnya.
Kebakaran yang terjadi di Pasar Pringgabaya dan Suela menjadi perhatian serius, mengingat kedua pasar tersebut merupakan salah satu pusat perekonomian masyarakat di wilayah Lotim bagian utara. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa kerugian materiil, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan usaha warga.
Melalui sinergi antara BAZNAS dan Dinsos, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan terarah. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk memastikan para korban mendapatkan dukungan yang dibutuhkan agar dapat bangkit dan kembali menjalankan aktivitas ekonomi secara bertahap.

