Lombok Utara (Inside Lombok) – Kabar gembira menyelimuti warga di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Infrastruktur vital berupa jembatan gantung yang membentang di atas DAM Santong mulai dilakukan pembangunan dengan ditandai peletakan batu pertama pada Selasa (28/4). Pembangunan jembatan ini menjadi simbol berakhirnya kesulitan akses yang selama bertahun-tahun menghambat mobilitas warga setempat.
Peresmian ini dihadiri langsung oleh Bupati KLU, Najmul Akhyar, serta Anggota DPR RI Fraksi PKS, Abdul Hadi, yang merupakan inisiator di balik realisasi proyek strategis tersebut melalui program aspirasi di Komisi V DPR RI.
Najmul Akhyar memberikan apresiasi atas kolaborasi pusat dan daerah yang berhasil mewujudkan infrastruktur ini. Dengan adanya jembatan gantung tersebut bukan sekadar struktur fisik, melainkan nadi ekonomi baru bagi masyarakat Kayangan.
”Jembatan ini adalah akses vital yang selama ini dinantikan. Dengan adanya konektivitas yang lancar, masyarakat tidak lagi terhambat saat membawa hasil pertanian mereka ke pasar. Ini adalah kunci untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan daya beli petani kita,” ujarnya, Selasa (28/4).
Lebih lanjut, kelancaran distribusi hasil bumi akan berdampak langsung pada akselerasi pertumbuhan ekonomi regional, mengingat sektor pertanian merupakan tulang punggung mata pencaharian warga di KLU.
Selain dampak ekonomi, aspek sosial dan pendidikan menjadi poin penting yang disoroti. Sebelum jembatan ini berdiri, anak-anak sekolah di sekitar DAM Santong harus bertaruh nyawa atau menempuh jarak yang jauh lebih memutar untuk sampai ke bangku pendidikan.
”Kini tidak ada lagi cerita anak-anak kita kesulitan menyeberangi sungai. Jembatan ini menjamin keamanan dan kenyamanan mereka menuju sekolah. Pendidikan adalah investasi masa depan, dan jembatan ini adalah sarananya,” imbuhnya.
Ia juga mengimbau warga agar proaktif menjaga dan merawat aset berharga ini secara berkelanjutan. Sementara itu dengan diresmikannya Jembatan Gantung DAM Santong ini, konektivitas antarwilayah di Kecamatan Kayangan kini memasuki babak baru, membawa harapan akan kehidupan yang lebih mudah dan sejahtera bagi masyarakat di kaki Gunung Rinjani tersebut.
Di sisi lain, Abdul Hadi menjelaskan bahwa pembangunan jembatan gantung ini merupakan bagian dari paket strategis melalui skema pokok pikiran (pokir) anggota DPR RI dengan total anggaran mencapai Rp11 miliar yang tersebar di beberapa titik di KLU.
”Program ini kami kawal di Komisi V untuk memastikan wilayah-wilayah yang selama ini terisolasi mendapatkan sentuhan pembangunan. Target kami jelas, yakni mempercepat pertumbuhan ekonomi dari pinggiran,” ungkapnya.
Ia menyebutkan dukungan pembangunan untuk Lombok Utara tidak hanya berhenti pada jembatan gantung. Sejumlah program pemberdayaan masyarakat dan infrastruktur dasar juga telah dialokasikan, di antaranya Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas & Sanimas), Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pembangunan irigasi teknis untuk menunjang produktivitas lahan pertanian. Serta pembangunan jalan penghubung antar Desa.
“Kami berharap segala fasilitas yang telah dibangun ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Harapan besar kami adalah tingkat kesejahteraan masyarakat Lombok Utara terus merangkak naik seiring dengan membaiknya infrastruktur dasar mereka,” pungkasnya.

