Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara (KLU) menyesuaikan rute Pawai Takbiran Idulfitri 1447 H yang diperkirakan berlangsung bersamaan dengan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026, sebagai langkah menjaga toleransi antarumat beragama.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda KLU, Samsudirman, mengatakan perubahan rute dilakukan untuk menghormati umat Hindu yang menjalankan ibadah Nyepi. “Pelaksanaan pawai takbiran kali ini sangat mungkin bersamaan dengan Hari Raya Nyepi. Oleh karena itu, kami telah menyepakati adanya perubahan rute untuk menghormati umat Hindu yang sedang melaksanakan ibadah Nyepi,” ujarnya, Rabu (18/3).
Ia menjelaskan, rute yang sebelumnya melintasi sejumlah titik padat termasuk area dekat Pura Dalem kini dialihkan. Pawai tetap dimulai dari Alun-Alun Tanjung menuju Bank NTB Syariah, kemudian dilanjutkan ke arah Tanak Song hingga putaran di depan SDN Tanak Song dan kembali finis di Alun-Alun Tanjung.
“Langkah antisipasi jalur alternatif juga sudah dikoordinasikan dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk menghindari kepadatan lalu lintas,” terangnya.
Hingga saat ini, sebanyak 40 kontingen telah mendaftar dalam lomba miniatur dan lampion. Peserta dijadwalkan berkumpul mulai pukul 15.00 hingga 19.00 Wiita, dengan pelepasan pawai pada pukul 21.00 Wita.
Pemerintah menetapkan sejumlah ketentuan, di antaranya miniatur bertema Islami, dilengkapi lampu hias dan sistem suara, serta larangan penggunaan petasan dan minuman keras. Pengamanan akan melibatkan Satpol PP, aparat keamanan, dan Linmas di sejumlah titik strategis.
“Kami ingin Pawai Takbiran ini menjadi syiar Islam sekaligus sarana mempererat ukhuwah masyarakat. Kami meminta seluruh koordinator kelompok bertanggung jawab atas anggotanya agar kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar,” pungkasnya.

