Mataram (Inside Lombok) – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan memantau proses pemberangkatan jemaah haji di Asrama Haji Embarkasi Lombok, Jumat (8/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pemberangkatan jamaah haji di Nusa Tenggara Barat (NTB) berjalan lancar dan sesuai prosedur.
Dalam pemantauan tersebut, Gus Irfan menilai pemeriksaan terhadap jemaah calon haji telah dilakukan secara ketat, khususnya terkait kelayakan kesehatan untuk terbang ke Tanah Suci. Ia menegaskan dukungannya terhadap petugas apabila terdapat jamaah yang dinyatakan belum layak berangkat.
“Cukup ketat untuk memastikan kelayakan untuk terbang atau tidak. Kalau memang tidak layak terbang dan harus ditunda saya dukung. Karena mereka yang tahu persis kondisinya,” katanya.
Selain meninjau proses pemberangkatan, Gus Irfan juga berdialog dengan jemaah serta mencicipi menu makan malam yang disiapkan petugas asrama haji. Saat mencicipi sambal udang yang disajikan kepada jemaah, ia mengaku terkejut karena rasanya lebih pedas dibanding menu lainnya.
“Agak pedas ini,” katanya, Jumat (8/5/2026). Ia juga mempertanyakan keamanan menu tersebut bagi kesehatan jamaah dengan mengatakan, “Aman ini, kan.”
Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, jumlah jamaah calon haji asal Provinsi NTB tahun ini mencapai 5.789 orang yang terbagi dalam 15 kelompok terbang (kloter), baik kloter campuran maupun utuh. Pada Jumat (8/5) malam, jamaah kloter 14 asal Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok.
Dari 13 kloter yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci, sebanyak 18 jamaah dinyatakan belum layak terbang karena masih sakit. Sementara dua jamaah lainnya batal diberangkatkan karena mengalami fraktur dan mengidap tuberkulosis (TBC).
“Ada yang masih dalam pemberangkatan kloter berikutnya dan mudah-mudahan bisa diberangkatkan di kloter terakhir,” katanya.
Sebagian dari 18 jemaah yang sempat tertunda keberangkatannya telah diberangkatkan bersama kloter lain. Sementara tujuh jemaah masih menunggu jadwal keberangkatan dan satu jemaah lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Provinsi NTB.

