Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram mulai memantau kesiapan destinasi wisata menjelang libur panjang Idulfitri hingga Lebaran Topat, Rabu (18/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan yang diperkirakan meningkat signifikan pasca Hari Raya.
Kepala Dispar Kota Mataram, Cahya Samudra, mengatakan kesiapan destinasi menjadi perhatian pemerintah daerah karena sejumlah lokasi akan menjadi pusat keramaian, terutama setelah Idulfitri dan saat Lebaran Topat. Selain destinasi pantai, lonjakan kunjungan juga diprediksi terjadi di wisata religi seperti Makam Loang Baloq dan Makam Bintaro Ampenan.
“Dispar memantau dan monitoring destinasi selama libur panjang idul fitri sampai lebaran topat,” katanya.
Ia menjelaskan, Satgas Pariwisata Kota Mataram bersama kelompok sadar wisata (pokdarwis) di masing-masing destinasi dilibatkan dalam pengawasan. Pengawasan difokuskan pada kawasan pesisir pantai yang menjadi target utama kunjungan wisatawan lokal dan domestik.
“Jadi kita selalu monitor dan berkolaborasi dengan Pokdarwis serta pengelola destinasi terutama di sepanjang pesisir pantai yg menjadi target kunjungan wisatawan local dan domestic,” ungkapnya.
Selain pengawasan, pihaknya juga menyiapkan langkah antisipasi melalui penyampaian imbauan kepada pengunjung menggunakan pengeras suara di sejumlah lokasi wisata. Imbauan tersebut disampaikan di Pantai Loang Baloq dan Pantai Eks Pelabuhan Ampenan.
“Antisipasi dilakukan dengan menghimbau melalui corong dan pengeras suara di pantai loang baloq dan pantai ampenan,” ujar mantan Camat Sekarbela ini.
Ia menambahkan, imbauan tersebut bertujuan untuk menjaga kebersihan dan keselamatan pengunjung, khususnya saat beraktivitas di kawasan pantai. Pengunjung juga diingatkan untuk berhati-hati dan menghindari berenang jika kondisi gelombang laut tinggi.
“Kita ingatkan untuk wisatawan menjaga kebersihan serta menjaga keamanan diri pribadi terutama jika angin dan gelombang air laut cukup tinggi agar menghindari mandi di pantai,” pungkasnya.

