BerandaMataramSalah Paham di Jalan Berujung Ricuh, Polisi Amankan Enam Terduga Pelaku di...

Salah Paham di Jalan Berujung Ricuh, Polisi Amankan Enam Terduga Pelaku di Pagutan

Mataram (Inside Lombok) – Kericuhan antarwarga sempat terjadi di wilayah Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, Minggu malam (22/03/2026), akibat kesalahpahaman di jalan raya. Jajaran Polresta Mataram dan Polsek Mataram langsung turun ke lokasi dan mengamankan enam orang yang diduga terlibat untuk meredam situasi.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Hendro Purwoko, menjelaskan peristiwa bermula sekitar pukul 17.50 Wita saat seorang warga Lingkungan Petemon mengendarai sepeda motor bersama istrinya di Jalan Bung Karno, Kelurahan Pagutan Timur. Dalam perjalanan, pasangan tersebut diduga dipepet oleh dua orang pemuda hingga terjadi adu mulut yang berujung pemukulan menggunakan helm.

“Peristiwa awal dipicu kesalahpahaman di jalan. Terjadi cekcok hingga pemukulan. Namun persoalan tidak berhenti di situ,” ujar Kombes Pol. Hendro Purwoko.

Situasi kembali memanas sekitar pukul 19.00 Wita ketika pemuda yang tidak terima menghadang korban di perbatasan Lingkungan Presak dan Petemon. Di lokasi tersebut, korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh beberapa orang sehingga memicu reaksi warga dari dua lingkungan dan berpotensi menimbulkan kericuhan lebih luas. Mendapat laporan, anggota Polresta Mataram dan Polsek Mataram langsung menuju lokasi dan mengamankan enam orang yang diduga terlibat.

“Begitu menerima informasi, anggota langsung turun ke lapangan. 6 orang yang diduga terlibat berhasil kami amankan untuk mencegah situasi semakin meluas,” tegas Kombes Pol. Hendro Purwoko.

Selain pengamanan, polisi juga berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dari kedua lingkungan dan memfasilitasi mediasi di Mapolsek Mataram dengan menghadirkan perwakilan kedua belah pihak. “Kami mengedepankan penyelesaian secara mediasi agar persoalan tidak berkepanjangan. Ini murni kesalahpahaman yang seharusnya bisa diselesaikan dengan komunikasi,” jelasnya.

Kapolresta juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi, termasuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. “Kami minta masyarakat menahan diri dan tidak terpancing emosi. Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena bisa memicu gangguan kamtibmas. Jika korban nantinya tetap ingin melanjutkan ke Proses Hukum, maka kita akan lakukan proses sesuai aturan berlaku, “tegasnya.

Untuk mengantisipasi konflik susulan, sejumlah personel kepolisian masih disiagakan di lokasi kejadian. Polisi memastikan situasi di wilayah Pagutan berangsur kondusif setelah dilakukan pengamanan dan koordinasi dengan tokoh masyarakat. “Kami pastikan situasi tetap aman. Personel akan terus berjaga untuk mencegah terjadinya kericuhan lanjutan, terlebih dalam suasana Idulfitri yang seharusnya penuh kedamaian,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer