Lombok Timur (Inside Lombok)— Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama Pertamina memastikan stok elpiji subsidi 3 kilogram tetap aman dan harga jualnya berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kepastian ini disampaikan menyusul munculnya kabar di media sosial terkait kelangkaan dan lonjakan harga gas melon di sejumlah wilayah.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menegaskan kondisi stok elpiji di wilayahnya masih mencukupi meskipun sempat muncul laporan harga yang mencapai Rp30.000 hingga Rp50.000 per tabung. Ia mengaku telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan guna memastikan kondisi distribusi. “Jangan sampai kepanikan justru memicu distribusi tidak merata,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan pangkalan yang menjual elpiji subsidi di atas HET sebesar Rp18.000 per tabung. Pemerintah daerah menegaskan pengawasan distribusi akan terus dilakukan agar subsidi tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.
Sementara itu, Sales Branch Manager Gas III Pertamina NTB, Tommy Wisnu Ramdan, memastikan distribusi elpiji di Pulau Lombok, termasuk Lombok Timur, berjalan lancar dengan stok yang mencukupi. Ia menyebut penyaluran harian di wilayah Lombok mencapai sekitar 35 ribu tabung dan ditambah hingga 250 persen dari alokasi normal untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama periode hari besar keagamaan.
Khusus untuk Lombok Timur, Pertamina telah menyalurkan tambahan pasokan sebanyak 17.900 tabung sehingga total distribusi harian mendekati 50 ribu tabung. Pihak Pertamina mengimbau masyarakat membeli elpiji sesuai kebutuhan dan hanya melalui pangkalan resmi agar distribusi tetap stabil.

