Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) menggelar sosialisasi pemanfaatan elpiji 3 kilogram bagi kelompok peternak ayam di Pendopo Bupati pada Jumat (17/4), sebagai respons atas kelangkaan elpiji subsidi yang sempat terjadi. Dalam kegiatan tersebut, ditemukan ribuan tabung gas melon digunakan di kandang ayam yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
Pemerintah daerah menjelaskan bahwa berdasarkan kebijakan Pertamina, elpiji subsidi tidak diperuntukkan bagi sektor usaha, termasuk peternakan. Meski demikian, keberadaan peternak dinilai strategis dalam menopang perekonomian daerah sehingga diperlukan solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat dan pelaku usaha.
Bupati Lotim, Haerul Warisin, menyampaikan bahwa berdasarkan evaluasi, kelangkaan tidak terjadi pada tahun 2025 karena pasokan mencukupi dan tidak ada kepanikan pembelian. Ia menyoroti meningkatnya penggunaan elpiji subsidi oleh pihak yang tidak berhak, termasuk sektor usaha seperti peternakan ayam.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dalam pengaturan distribusi elpiji, seperti penunjukan agen, jumlah pangkalan, maupun kuota, karena berada di bawah kewenangan Pertamina. Pemda saat ini hanya dapat mengusulkan penambahan kuota kepada pemerintah pusat serta memperkuat pengawasan bersama Satgas elpiji.
Pemerintah Daerah sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran terkait kelompok masyarakat yang berhak menggunakan elpiji subsidi, yakni masyarakat kurang mampu. Sementara pelaku usaha, termasuk peternak, hotel, restoran, dan jasa lainnya, diarahkan menggunakan elpiji non-subsidi. Bupati juga mengimbau peternak untuk beralih secara bertahap ke elpiji non-subsidi.
“Peternak adalah mitra pemerintah. Tanpa mereka, kebutuhan daging ayam dan telur tentu akan terganggu. Karena itu, kita ingin ada solusi yang adil dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah berencana membantu proses penukaran tabung gas bagi peternak, seperti yang telah dilakukan di Kecamatan Suralaga. Pemerintah juga membuka layanan pengaduan bagi peternak yang mengalami kendala agar dapat segera ditangani, dengan harapan penataan distribusi elpiji subsidi berjalan efektif.

