Mataram (Inside Lombok) – Dinas Perdagangan Kota Mataram mengakui terjadi kenaikan harga minyak goreng premium di pasaran dalam beberapa pekan terakhir, dengan lonjakan mencapai Rp1.800 hingga Rp3.000 per liter. Kenaikan ini terpantau sejak sekitar tiga minggu terakhir berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.
Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengatakan pihaknya menemukan adanya kenaikan harga saat melakukan pemantauan di pasar. “Memang kita lihat di lapangan itu memang ada kenaikan ada kenaikan di minyak goreng khususnya yang premium,” kata Sri Wahyunida, Jum’at (17/4/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini penyebab kenaikan harga tersebut belum diketahui secara pasti. Dinas Perdagangan juga belum melakukan koordinasi dengan distributor minyak goreng untuk menelusuri faktor pemicunya. “Itu yang kita lakukan pemantauan dan penyebabnya kita belum tahu,” ungkapnya.
Sebagai langkah awal, pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk mencari akar permasalahan kenaikan harga tersebut, termasuk kemungkinan adanya faktor dari tingkat pusat. “Mungkin kami dari sisi lapangan dan Pemprov NTB bisa koordinasi dengan pemerintah pusat apakah ini ada hubungan dengan kenaikan harga plastic atau seperti apa,” katanya.
Meski harga mengalami kenaikan, Dinas Perdagangan memastikan ketersediaan minyak goreng premium di pasaran masih aman dan tidak terjadi kelangkaan. “Kalau stok minyak goreng premium masih tersedia di beberapa retail mungkin terjadi kenaikan harga,” katanya.
Sementara itu, untuk minyak goreng merek Minyakita, distribusi masih difokuskan ke pasar tradisional melalui Bulog dan belum tersedia di ritel modern. Pemerintah Kota Mataram juga berencana menggelar pasar murah menjelang Idul Adha untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, meski khusus Minyakita belum menjadi prioritas. “Masih kosong di retail dan yang diutamakan pasar tradisional,” katanya.

