BerandaLombok TengahDana Lelang Amal MotoGP Dipakai Bantu Cegah Stunting di Rembitan

Dana Lelang Amal MotoGP Dipakai Bantu Cegah Stunting di Rembitan

Lombok Tengah (Inside Lombok) – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyalurkan bantuan pencegahan stunting kepada masyarakat Desa Rembitan, Lombok Tengah. Bantuan ini berasal dari hasil lelang amal pada gelaran MotoGP 2025.

Program tersebut menyasar balita dengan kondisi underweight serta ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK), melalui pemberian makanan tambahan (PMT) padat gizi secara rutin.

Vice President Destination Management ITDC, Nurhadi Nugraha mengatakan program ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan ITDC dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di desa penyangga kawasan KEK Mandalika.

“Program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak langsung terhadap peningkatan status gizi penerima manfaat, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini,” ujar Nurhadi.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan kader kesehatan desa serta tenaga gizi dari Puskesmas Kuta yang melakukan pemantauan dan pengukuran secara berkala setiap minggu.

Dana bantuan yang disalurkan berasal dari lelang barang bertanda tangan pembalap MotoGP dengan total nilai Rp 72.523.800. Dana tersebut dibagi antara ITDC dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), masing-masing sebesar Rp 36.261.900.

Melalui ITDC, bantuan diberikan kepada 10 balita underweight dan 5 ibu hamil dengan kondisi KEK di Desa Rembitan. Program intervensi ini berlangsung selama 56 hari untuk balita dan 120 hari untuk ibu hamil. Sementara itu, penyaluran dana oleh MGPA difokuskan bagi masyarakat di sekitar Mandalika International Circuit.

Hasil monitoring pada minggu pertama dan kedua April 2026 menunjukkan respons awal yang positif. Rata-rata berat badan ibu hamil meningkat dari 44,24 kilogram menjadi 44,98 kilogram pada minggu pertama, dan 45,26 kilogram pada minggu kedua.

Sementara itu, rata-rata berat badan balita juga mengalami peningkatan dari 7,72 kilogram menjadi 7,95 kilogram pada minggu pertama, dan 8,1 kilogram pada minggu kedua.

Meski masih tahap awal, capaian tersebut menunjukkan adanya indikasi perbaikan status gizi secara bertahap sebagai dampak dari intervensi PMT yang dilakukan secara konsisten.

“ITDC terus berkomitmen menghadirkan program yang tidak hanya mendukung pengembangan kawasan pariwisata, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan,” tandasnya.

- Advertisement -

Berita Populer