BerandaLombok TengahKrisis Sampah di Pantai Senggigi Berdampak pada Hotel dan Wisatawan

Krisis Sampah di Pantai Senggigi Berdampak pada Hotel dan Wisatawan

Lombok Barat (Inside Lombok) – Krisis sampah yang semakin parah di sejumlah titik tepi Pantai Senggigi, Lombok Barat, berdampak terhadap operasional hotel dan kenyamanan wisatawan, Rabu (22/04/2026). Sampah yang terbawa ombak dari laut hingga ke bibir pantai disebut berasal dari aliran sungai akibat aktivitas masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Berdasarkan pantauan Inside Lombok, sampah-sampah plastik yang mengapung di perairan tidak hanya dibersihkan oleh pegawai hotel, tetapi juga oleh tamu mancanegara yang menginap. Beberapa wisatawan yang awalnya berjemur terlihat turun langsung memunguti sampah karena merasa terganggu dengan kondisi tersebut.

Kondisi ini dikeluhkan para pengusaha hotel di kawasan Senggigi. Mereka berharap pemerintah dan komunitas lokal dapat meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai, mengingat aliran sungai menjadi jalur utama sampah menuju laut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat, Busyairi, membenarkan bahwa sebagian besar sampah di pantai berasal dari muara sungai yang terbawa arus laut. “Kebanyakan sampah dari tengah laut yang dibawa ke pinggir pantai itu memang berasal dari aktivitas masyarakat yg membuang sampah di sungai,” bebernya.

Ia menjelaskan bahwa temuan tersebut sejalan dengan hasil penelitian umum yang menunjukkan sekitar 80 persen sampah di laut berasal dari sungai, sementara sisanya berasal dari aktivitas pengunjung pantai. “Tapi untuk di pantai sendiri, kan, sudah ada disediakan tong sampah. Itu upaya pemerintah untuk menyadarkan,” jelasnya.

Busyairi menegaskan bahwa penanganan sampah merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat. “(Sampah, Red) tanggungjawab bersama. Nanti kami koordinasikan agar tetap sama-sama bertanggungjawab,” tandasnya.

- Advertisement -

Berita Populer