BerandaLombok BaratKunjungan Wisatawan Berkurang, Pedagang Pasar Seni Senggigi Terhimpit

Kunjungan Wisatawan Berkurang, Pedagang Pasar Seni Senggigi Terhimpit

Lombok Barat (Inside Lombok) – Sepinya kunjungan wisatawan ke kawasan Senggigi berdampak langsung pada pedagang di Pasar Seni Senggigi, Lombok Barat. Kondisi tersebut membuat banyak lapak tutup dan pendapatan pedagang menurun dalam setahun terakhir, meski mereka tetap berupaya bertahan berjualan.

Para pedagang mendukung upaya penataan kawasan secara maksimal, termasuk menghadirkan atraksi rutin di Amphiteater Pasar Seni yang baru dibangun, guna menarik minat wisatawan. Abdul, salah seorang pedagang, mengeluhkan rendahnya minat belanja pengunjung meski wisatawan masih datang. “Tamunya ada, tapi belanjanya kurang,” keluh Abdul.

Ia membantah anggapan bahwa minimnya pembelian disebabkan harga yang mahal. Menurutnya, harga yang ditawarkan tidak mengalami perubahan sejak lama. “Kita (patok) harga dari dulu sama saja segitu. Cuma memang orang beli itu (kurang, Red),” bebernya.

Abdul mengaku kondisi tersebut semakin terasa sejak setahun terakhir, setelah sebelumnya pedagang juga terdampak gempa dan pandemi Covid-19. Saat ini, mereka hanya berupaya bertahan di tengah ketidakpastian pendapatan. “Kalau dari Covid, banyak sekali sudah (penurunan pendapatan, Red). Pokoknya kita ini sekarang sekedar bertahan saja (tetap berjualan),” tuturnya.

Ia menjelaskan, saat ini pedagang tidak lagi membayar sewa lapak setelah pengelolaan Pasar Seni kembali ke Pemerintah Provinsi NTB. Namun, kondisi sepi membuat penghasilan tidak menentu. “Soalnya gini, kadang sehari dapat jualan, dua hari gak dapat jualan, gitu saja terus. Jadi gak rutin seperti dulu,” ungkapnya.

Pedagang yang telah berjualan selama 30 tahun itu menyebut pembeli kini didominasi wisatawan lokal, sementara wisatawan mancanegara jarang. “(Pembeli saat ini) wisatawan lokal, mancanegara ada, cuma jarang,” pungkasnya. Ia berharap penataan Pasar Seni dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar kawasan tersebut kembali hidup serta mampu menampilkan kekayaan seni dan budaya Lombok Barat.

- Advertisement -

Berita Populer