Mataram (Inside Lombok) – Dinas Perhubungan Kota Mataram menyebut jumlah penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Kota Mataram saat ini dinilai sudah mencukupi. Penyebaran dan pemasangan PJU disebut telah menjangkau hingga tingkat lingkungan untuk mendukung aktivitas masyarakat.
“PJU ini kalau kita bicara di Kota Mataram dan lihat aktivitas masyarakat kita anggap sudah mencukupi,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin, Jumat (8/5/2026).
Zulkarwin mengatakan, Pemerintah Kota Mataram saat ini masih memprioritaskan pemeliharaan dan penggantian suku cadang lampu yang mengalami kerusakan. Sementara program penggantian lampu konvensional ke LED belum dilakukan pada tahun ini. “Kita masih fokus pada pemeliharaan dan penggantian suku cadang. Kalau ada lampu yang mati kita ganti dan untuk yang baru belum,” katanya.
Meski demikian, hasil pemantauan Dinas Perhubungan menunjukkan masih terdapat sejumlah titik yang minim penerangan akibat kerusakan tiang PJU. Beberapa ruas jalan yang menjadi perhatian di antaranya Jalan Adisucipto dan Jalan Brawijaya. “Jalan Adisucipto dan Brawijaya itu jadi perhatian. Tahun lalu kita intervensi di jalan Arya Banjar Getas dan jalan lainnya,” ujar mantan Camat Selaparang ini.
Ia juga menyebut seluruh PJU di Kota Mataram saat ini telah menggunakan sistem meterisasi. Dinas Perhubungan bersama PLN telah melakukan survei meteran untuk memastikan kesesuaian antara penggunaan listrik dan tagihan yang dibayarkan pemerintah daerah. “Kita sudah selesai survey dengan PLN. Survey meterannya untuk memastikan tagihan yang masuk sesuai dengan meterannya,” katanya.
Dalam sebulan, Pemerintah Kota Mataram membayar tagihan listrik PJU dan penerangan jalan lingkungan (PJL) sebesar Rp2,6 miliar. Jumlah tersebut mencakup lebih dari 3.000 lampu yang tersebar di berbagai wilayah Kota Mataram. “Kalau kita atau kewenangan Dinas Perhubungan itu tagihannya Rp400 juta. Tapi kalau ini yang besar itu jalan lingkungan di bawah kewenangan Dinas Perkim,” katanya.

