BerandaMataramJelang Iduladha, BI NTB Siapkan Strategi Pengendalian Harga Pangan

Jelang Iduladha, BI NTB Siapkan Strategi Pengendalian Harga Pangan

Mataram (Inside Lombok) – Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha. Langkah ini dilakukan menyusul adanya tren kenaikan harga beberapa komoditas seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan minyak goreng, meski sejumlah komoditas lain mulai mengalami penurunan harga.

Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan berdasarkan pantauan terkini, harga cabai merah dan daging sapi cenderung melandai. Sementara itu, harga beras masih berada dalam kondisi relatif stabil.

“Untuk beras saat ini masih relatif stabil. Namun, kenaikan pada cabai rawit, daging ayam, dan minyak goreng ini menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi lonjakan inflasi menjelang Iduladha, BI bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pada 12 Mei mendatang. Pertemuan tersebut akan membahas strategi pengendalian harga dan menjaga daya beli masyarakat.

“Kami akan merumuskan upaya-upaya pengendalian inflasi, khususnya menyambut momentum Iduladha ini agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” tuturnya.

Sepanjang Januari hingga April 2026, BI NTB telah memfasilitasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 44 titik strategis. Fasilitasi tersebut meliputi dukungan operasional seperti penyediaan tenda, meja, hingga subsidi ongkos angkut guna menekan harga di tingkat konsumen.

“Ini di luar dari kegiatan GPM yang melibatkan klaster binaan kami secara mandiri. Untuk 44 titik tersebut, BI terjun langsung memberikan subsidi ongkos angkut agar harga yang sampai ke masyarakat benar-benar terjangkau,” jelasnya.

Hario juga mengungkapkan bahwa saat Ramadan lalu, BI NTB mendatangkan sekitar 2,48 ton cabai rawit dari luar daerah untuk disalurkan ke Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur. Langkah tersebut dilakukan karena NTB belum memasuki masa panen saat permintaan pasar meningkat.

“Kami berupaya memastikan pasokan tersedia. Saat Ramadan kemarin belum musim panen, jadi kami datangkan dari luar untuk menstabilkan harga,” ungkapnya.

Selain intervensi pasar, BI NTB bersama TPID juga melakukan sidak pasar dan distributor guna memastikan tidak terjadi penimbunan stok. Di sisi lain, BI terus memberikan bantuan sarana produksi kepada petani binaan serta melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pola belanja bijak melalui media massa.

“Dengan kombinasi antara penguatan produksi di tingkat petani dan intervensi langsung di pasar, kami optimistis angka inflasi di NTB dapat tetap terkendali hingga hari raya kurban mendatang,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer