Mataram (Inside Lombok) – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat pada 2026 disebut belum berdampak signifikan terhadap pelaksanaan event pariwisata di Nusa Tenggara Barat. Dinas Pariwisata Provinsi NTB memastikan seluruh agenda yang telah masuk dalam Calendar of Event tetap berjalan sesuai jadwal.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Nur Aulia, mengatakan hingga saat ini seluruh event masih berjalan sesuai rencana. “Sejauh ini masih on schedule semua,” kata Aulia, Selasa (12/5/2026) sore.
Ia menjelaskan, hasil pembahasan APBD sejauh ini juga belum menunjukkan perubahan alokasi anggaran akibat kebijakan efisiensi tersebut. Menurutnya, anggaran sekitar Rp3 miliar hingga Rp4 miliar tetap disiapkan untuk mendukung pelaksanaan berbagai event pariwisata di NTB. “Sampai saat ini hasil dari pembahasan di APBD belum ada perubahan,” ujarnya.
Selain menggunakan anggaran daerah, pelaksanaan event juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dukungan dari pemerintah pusat diberikan melalui program tugas pembantuan dengan nilai bantuan sekitar Rp1 miliar untuk kegiatan event di daerah.
Aulia menegaskan anggaran tersebut tidak termasuk pembiayaan untuk program Karisma Event Nusantara (KEN). Menurutnya, event yang masuk dalam KEN mendapatkan alokasi anggaran langsung dari pemerintah pusat kepada penyelenggara. “KEN lain lagi. Kalau KEN kan di luar dari kita tapi daerah ke penyelenggara langsung,” ungkapnya.
Pada 2026, NTB memiliki 69 agenda dalam Calendar of Event yang berlangsung sejak Januari hingga akhir tahun. Untuk Mei 2026, terdapat enam kegiatan yang dijadwalkan, yakni Mandalika Speed 1, Rinjani 100 Marveolus Trail, GT World Challenge 2026, 360 Lombok Charity Ride 2026, Pacuan Kuda Tradisional, dan Paragliding Accuracy World Cup.
Sementara itu, empat event di NTB masuk dalam program Karisma Event Nusantara, yaitu Alunan Budaya Desa di Lombok Timur, Festival Rimpu Mantika di Kota Bima, Gili Festival, serta Mulud Adat Bayan di Lombok Utara.

